Beranda Khazanah 1.116 Kafilah Pamer Kebolehan di Pawai Taaruf MTQ ke 48

1.116 Kafilah Pamer Kebolehan di Pawai Taaruf MTQ ke 48

SERANG, Redaksikota – Kemeriahan budaya sedang dimeriahkan di Serang, Banten. Salah satunya adalaj bduaya Kafilah yang digelar dalam ajang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Serang yang ke 48.

Dalam agenda tersebut, tercatat sebanyak 1.116 kafilah yang berasal dari 29 kecamatan se Kabupaten Serang pamer kebolehan mereka masing-masing.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, bahwa kegiatan MTQ kali ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Pemkab Serang dan juga kabupaten/kota lainnya se Banten untuk setiap tahunnya. Tujuannya adalah untuk menyiarkan islam dan menggaungkan serta membumikan membaca Al Quran.

“Jadi keinginan untuk anak-anak maghrib mengaji ini juga harus terus didorong. Karena bagaimana pun untuk bisa memahami kandungan isi Al Quran tentunya diawali dengan membacanya,” ujarnya kepada wartawan di Kecamatan Waringin Kurung, Senin (12/2/2018).

Tatu juga menyampaikan jika selain membaca ayat suci tersebut, juga perlu untuk membaca arti, menghayati dan mengamalkan maknanya. Dengan demikian apa yang terkandung dalam isi Al quran itu bisa diamalkan di kalangan masyarakat

“Itu yang kita dorong supaya tersosialisasi dengan baik keseluruh masyarakat di Kabupaten Serang,” ucapnya.

Ia juga memberitahukan maksud dari salah satu agenda yang digelar di rangkaian acara tersebut yakni Taaruf. Menurut Ratu Tatu pawai taaruf tersebut memiliki tujuan yakni untuk menyemarakan sekaligus untuk melihat potensi yang ada di tiap kecamatan. Dengan pawai taaruf berbagai kegiatan di kecamatan bisa terekspos, semisal marching band dan keunikan lainnya.

Tatu mengatakan, jika kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Serang ini menjadi ajang persiapan untuk di tingkat Provinsi Banten. Sebab pihaknya tak tanggung-tanggung, untuk MTQ mendatang menargetkan menjadi juara umum yang ketiga kalinya secara berturut-turut.

“Semoga bisa tiga kali berturut-turut dan piala tetap kembali bisa diraih Pemkab Serang,” katanya.

Dirinya pun mengingatkan, agar dewan juri bisa bertindak arif dan tidak berpihak dalam gelaran tersebut. Mengingat pemenang tingkat kabupaten ini akan dimajukan untuk bertarung di tingkat provinsi.

“Nanti kalau tarung di tingkat provinsi seperti biasa untuk juara pertama kita ada hadiah diluar hadiah itu atau reward yang diberikan pemda, biasanya dari kepala daerah,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Serang Raden Lukman Harun mengatakan, dari 14 cabang yang diperlombakan semuanya sudah terisi. Total kafilah yang ikut dalam ajang tahunan ini berjumlah 1.116 orang.

“Mereka tersebar di 29 kecamatan. Ada saja kecamatan yang tidak mengisi cabang karena mungkin tidak ada potensi. Kalau cabang tilawah, tahfidz saya yakin terisi seperti fahmil quran, mungkin seperti cabang kaligrafi yang tidak terisi semuanya, tapi saya tidak tahu persis kecamatan mana saja yang tidak isi,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, gelaran tahunan ini akan melibatkan 108 dewan hakim dari berbagai unsure. Mulai dari tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, kemenag, akademisi dan bahkan dari mantan qori dan qoriah.

Oleh karena itu, Lukman mengharapkan agar dewan hakim tersebut bisa menjalankan tugasnya sesuai amanah dan menjunjung professionalism.

“Sesuai bidangnya masing-masing,” ucapnya. (jiwa/red)