BERBAGI
Maruf Amin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin.

Redaksikota – Ketua Uum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia tidak mudah terprovokasi dengana danya isu yang berkembang di media sosial dalam bentuk apapun.

Ia mencontohkan perilaku menyimpang salah seorang masyarakat yang melakukan aksi brutal di Gereja St Lidwina, Badog, Yogyakarta pada hari Minggu (11/2/2018) kemarin yang membuat beberapa jemaat Kristen mengalami luka-luka akibat senjata tajam yang dibawa oleh pelaku.

Bagi Kiyai Maruf, kondisi ini tidak akan terjadai manakala pelaku tidak terdoktrin dan terprovokasi perilaku menyimpang tersebut dan membahayakan bukan kepada orang per orang saja, melainkan terhadap tatanan sosial masyarakat juga.

“Kalau betul pelakunya adalah orang yang sehat, pastinya dia sudah terprovokasi oleh isu-isu yang dibangun melalui medsos,” kata Kiyai Maruf di Surabaya, Senin (12/2/2018).

Kiyai Maruf juga menegaskan jika Islam salam sekali tidak membenarkan adanya aksi penyerangan dan penganiayaan terhadap orang lain. Ia mengatakan justru Islam adalah agama yang sangat menjagarkan persatuan dan kesatuan serta tenggangrasa kepada orang lain, bukan hanya kepada sesama Muslim melainkan terhadap umat beragama lain.

“Kita harus saling menghormati dan saling menjaga. Tidak dibenarkan saling melukai,” tegasnya.

Terkait dengan maraknya isu penyerangan ulama dan pemuka agama lainnya di Indonesia yang baru-baru ini marak terjadi dan viral di media sosial, Kiyai Maruf menanggapinya dengan santai. Bahkan ia meyakini memang ada oknum atau kelompok tertentu saja yang sengaja ingin memainkan isu tersebut untuk kepentingan adu domba masyarakat dan antar umat beragama.

“Kemungkinan juga ada upaya adu domba. Karena kebanyakan yang diviralkan peristiwanya tidak ada. Itu kan berarti ada upaya provokasi agar umat itu marah,” nilainya. (*)