WF Ingin Ciptakan Jurnalis Perempuan Penyebar Narasi Damai di Jabar

WF Ingin Ciptakan Jurnalis Perempuan Penyebar Narasi Damai di Jabar

"Nah, pelatihan jurnalisme kepada ibu-ibu ini adalah salah satu upaya WF dalam mencegah intoleransi," tegas Anam.

BERBAGI

DEPOK, Redaksikota – Wahid Foundation (WF) yang merupakan lembaga Non-governmental Organization (NGO) saat ini tengah concern dalam upaya penyebaran narasi damai. Salah satu bentuk konkretnya adalah dengan melahirkan para jurnalis baru untuk menyebarkan narasi damai tersebut melalui Pelatihan Jurnalisme Damai.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana Pelatihan Jurnalisme Damai, Khoirul Anam. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa tujuan diadakannya pelatihan jurnalisme damai tersebut semata-mata untuk mengedukasi warga agar bisa mengantisipasi isu-isu yang berkaitan dengan ujaran kebencian yang selama ini telah beredar di masyarakat termasuk di ranah media sosial.

“Salah satu concern kami adalah sekarang mengantisipasi kasus-kasus ujaran kebencian, seperti Kyai dihina, China atau komunis yang bikin mata kita sakit,” kata Anam dalam sambutannya di Hotel Shantika Depok Jawa Barat, Kamis (21/12/2017).

Selain itu, Anam juga menambahkan jika acara pelatihan jurnalistik damai tersebut akan diadakan secara rutin sehingga gerakan yang digagas oleh Wahid Foundation dengan melibaykan masyarakat tersebut dapat terus dilakukan dan sesuai dengan target yang diharapkan.

“Ini bukan pertemuan pertama dan terakhir dan ini menjadi awal dan setelahnya kita ketemu lagi,” tambahnya.

Dalam sesi lain, Anam menegaskan jika program pelatihan Jurnalisme Damai tersebut memang menyasar kepada ibu-ibu. Disamping menjadi salah satu konsentrasi Wahid Foundation (WF) sendiri, kaum perempuan khususnya ibu-ibu adalah titik sentral yang paling efektif untuk menyerukan narasi damai baik dari level terkecil yakni keluarga hingga ke level yang lebih besar yakni dunia. Dan seluruhnya hanya semata-mata ingin menciptakan masyarakat pencegah intoleransi dan radikalisme.

“Nah, pelatihan jurnalisme kepada ibu-ibu ini adalah salah satu upaya WF dalam mencegah intoleransi,” tegas Anam.

Para peserta yang mayoritas perempuan dan kalangan ibu-ibu dari Depok, Bogor dan Tangerant tersebut tampak sangat antusias mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation itu.

Harapan nyata dari kegiatan tersebut adalah, Wahid Foundation ingin agar seluruh peserta mampu mendirikan media di daerah mereka masing-masing baik dalam bentuk media online, media cetak maupun majalah dinding (mading), sehingga medium tersebut dapat menjadi alat yang efektif untuk mencapai misi mulia bersama yakni penyebaran narasi damai untuk menangkal intoleransi dan radikalisme. (ibn)