oleh

Susi Ferawati Ingatkan Ibu-ibu Tak Ajarkan Anak Mereka Melakukan Persekusi

-Khazanah-80 views

Redaksikota.com – Salah satu korban persekusi gerakan tagar 2019 Ganti Presiden di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HTI) saat acara Car Free Day (CFD) beberapa bulan yang lalu, Susi Ferawati mengingatkan kepada seluruh ibu-ibu di Indonesia, agar tidak memberikan pengajaran negatif kepada anak-anak mereka, salah satunya adalah dengan membenarkan tindakan kekerasan dan persekusi kepada orang lain.

Hal ini disampaikan Susi bahwa saat dirinya mendapatkan perlakuan apersekusi di kawasan CFD tersebut, justru yang banyak melakukan kontak fisik denganya adalah kaum ibu-ibu bahkan dilakukan di depan mata kepala anak-anak mereka sendiri.

“Yang membully saya pertama kali itu ibu-ibu bahkan di hadapan anak-anak mereka. Apakah ini wajar mereka berikan pendidikan begitu kepada anak-anak mereka,” kata Susi Ferawati dalam diskusi publik yang digelar oleh Barisan Insan Muda (BIMA) di UP2YU Resto & Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

Ia menilai bahwa dalam negara demokrasi, perbedaan pandangan dan pendapat merupakan hak yang diatur dalam Undang-undang. Namun ketika perbedaan pandangan itu justru membuat otak panas dan sampai melakukan tindakan kekerasan fisik, menurut Susi hal itu sangat tidak bisa dibenarkan sama sekali.

“Beda pandangan itu wajar. Tapi kalau sudah masuk ke ranah kekerasan fisik itu harus tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Maka dari itu, Susi pun meminta kepada seluruh ibu-ibu baik yang pro Joko Widodo maupun yang pro kepada Prabowo Subianto, agar tidak mengajarkan anak-anak mereka melakukan tindakan kekerasan, apalagi hanya karena persoalan perbedaan pandangan politik saja.

“Untuk ibu-ibu, tolong jangan ajarkan anak-anak kita membenarkan tindakan pembully-an, apalagi dikit-dikit tanya agama. Apapun ras kita, selama kita warga negara Indonesia kita tetap satu dan kita sama. Jangan sampai perbedaan itu kita menjadikan kita perang saudara,” tuturnya.

Lebih lanjut, Susi pun mengatakan bahwa meskipun anaknya sempat terguncang psikisnya karena mendapatkan persekusi dari banyak orang dewasa yang menjadi pegiat 2019 Ganti Presiden, sampai saat ini kondisi anaknya itu sudah normal kembali. Namun semua itu terjadi karena dirinya juga memberikan support dan pemahaman kepada anaknya agar kuat dan tegar.

“Bila ada kejadian kita temukan anak-anak kita seperti itu, maka kita harus menasehati, berikan sifat kemandirian dan keberanian,” tuturnya lagi.

“Pesankan kepada mereka termasuk anakku, bila nanti sudah enggak ada mama suatu waktu nanti, kamu tidak mendengar suara mama lagi, dan kamu tidak bisa merasakan kehadiran mama lagi secara fisik, maka tetaplah kamu jaga Indonesia dan NKRI ini,” kata Susi menyampaikan cara dirinya menguatkan anaknya itu.

(ibn)

Komentar

Jangan Lewatkan