Beranda Headline Para Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu 2019 Beradab

Para Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu 2019 Beradab

WIB
309 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

JAKARTA, Redaksikota.com – Sejumlah tokoh lintas agama menggelar konferensi pers untuk menyikapi berbagai dinamika sosial politik yang terjadi di dalam negeri, khususnya menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

Perwakilan dari organisasi agama Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diwakili oleh Din Syamsuddin mengatakan, bahwa Pileg dan Pilpres hanya sebuah agenda demokrasi yang diselenggarakan oleh Indonesia untuk mencari sosok pemimpin baru, namun faktanya saat ini konflik horizontal terus terjadi hingga menyeret agama untuk melegitimasi kepentingan politik masing-masing kelompok.

“Menghadapi pemilu dan pilpres 2019 ini kami ingin sampaikan pesan moral kepada bangsa. Tentu setelah mengamati dinamika kehidupan nasional kita saya kira kita menyaksikan betapa ada gejala fakta pertentangan permusuhan lewat ujaran kebencian melalui berbagai macam cara,” kata Din dalam konferensi persnya di kantor CDCC, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2018).

Konflik sosial yang membawa narasi fundamental seperti suku, ras, agama dan antar golongan itu pun yang akhirnya menjadi peresoalan serius yang dirasa harus disikapi oleh seluruh pemuka agama di Indonesia.

Din mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak menginginkan adanya perpecahan bangsa terjadi hanya gara-gara perbedaan sikap politik di kalangan masyarakat.

“Kita ingin pemilu dan pilpres 2019 menjadi pemilu bermutu dan beradab dan berorientasi kualitas dan keadaban serta moral,” tuturnya.

Sikap bersama ini pun ditegaskan Din sebagai wujud dari keperihatinan para tokoh lintas agama terhadap potensi carur-marutnya kohesi bangsa.

“Kami para tokoh lintas agama sangat komitmen untuk keutuhan NKRI berdasar Pancasila, komitmen dengan adanya persatuan dan kerukunan bangsa, baik di media sosial baik di kehidupan masyarakat luas,” pungkasnya.

Lebih lanjut, mantan Ketum PP Muhammadiyah tersebut mengingatkan agar persatuan dan kesatuan tetap dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Baginya, perpecahan bangsa sangat mahal jika harus ditukarkan dengan kepentingan politik lima tahunan.

“Janganlah perbedaan kepentingan orientasi pilihan politik justru menggoyahkan persaudaraan kebangsaan kita. Kalau itu terjadi, terlalu mahal yang harus kita bayar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Din bersama dengan seluruh perwakilan majelis lintas agama mengajak seluruh elemen bangsa untuk mensukseskan agenda politik demokrasi lima tahunan menjadi kegiatan yang beradab.

“Mari agenda lima tahunan kita lalui sebagai sarana pemilu, sebagai sebuah sarana untuk mewujudkan kesejahteraan dan memajukan bangsa secara beradab,” tutupnya.

Beberapa majelis lintas agama yang hadir dalam kesempatan tersebut antara lain ;

1. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)
2. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
3. Majelis Ulama Indonesia (MUI)
4. Persatuan Umat Budha Indonesia (PERMABUDHI)
5. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
6. Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN)
7. Sangha Theravada Indonesia