Jakarta Mengaji
Pembukaan program Jakarta Mengaji di Jakarta Selatan. [foto : istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Selatan, Syarief Hidayatulloh mengaku sangat senang dengan dibukanya kembali Jakarta Mengaji yang selama ini merupakan kultur dan pendidikan karakter generasi Islami yang sudah mulai ditinggalkan.

Alhamdulillah, jakarta mengaji dibukan kembali, ini adalah anugerah Allah agar generasi bangsa mengaji tetap lestari dan anak-anak cucu kita kelak tidak lepas dari tuntunan agamanya,” kata Syarief dalam keterangannya usai menyalakan obor simbol pembukaan Jakarta Mengaji oleh Pemkota Jakarta Selatan, Sabtu (25/8/2018).

Ia mengatakan bahwa Partai Perindo sangat mendukung gerakan sangat positif ini dan akan menyerukan kepada seluruh kadernya untuk ikut meramaikan gerakan Jakarta Mengaji yang digelar setiap usai shalat Maghrib itu.

“Kami siap mendukung program mulia ini dan akan bersama-sama kader kami di seluruh Jakarta Selatan untuk menjalankan dan meramaikannya,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu inisiator Jakarta Mengaji, KH Aslih Ridwan menegaskan bahwa dalam menjalankan program Jakarta Mengaji tersebut, pihaknya sudah menyediakan para ustadz dan ustadzah yang akan menjadi relawan demi mengajarkan agama kepada para murid dan masyarakat khususnya di Jakarta Selatan.

“Kami telah menyediakan relawan-relawan mengaji untuk anak-anak dan siap untuk diterjunkan,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa program Jakarta Mengaji tersebut digelar kembali untuk mengembalikan tradisi mengaji bagi masyarakat dan anak-anak Indonesia khususnya di Jakarta Selatan yang sempat ditinggalkan. Dimana saat ini lebih banyak anak-anak menghabiskan waktu untuk bermain dan menonton televisi usai Shalat Maghrib.

“Sekarang dimulai kembali, tradisi umat Islam di semua penjuru tentunya. Pada saat belum ada handphone dan TV, tentunya pada saat maghrib kumandang pasti dari anak-anak sampai orang tua ke masjid,” tutur Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, gerakan Jakarta Mengaji ini juga menjadi ajang agar menjauhkan generasi muslim Indonesia dari hal-hal yang negatif dan perbuatan haram lainnya.

“Ini dilakukan demi anak-anak kita semua untuk menghindari barang-barang yang haram karena kan dulu setiap maghrib tentunya anak-anak semua mengaji, sekarang lebih banyak main HP maupun nonton TV,” tuturnya.

(red)