Beranda Khazanah Ketua MUI NTT Ingatkan Bangsa Indonesia Perkuat Persatuan dan Kesatuan

Ketua MUI NTT Ingatkan Bangsa Indonesia Perkuat Persatuan dan Kesatuan

229 views

KUPANG, Redaksikota.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur (NTT) KH Abdul Kadir Makarim mengingatkan kembali kepada seluruh anak bangsa di Indonesia untuk tetap menjaga ukhuwwah basyariah sebagai salah satu bagian komitmen bangsa Indonesia ini mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Apabila kita merefleksi kembali, sejarah bangsa ini adalah sejarah agama dan bangsa Indonesia. Tentu sesama anak bangsa kita harus tetap bersama dalam menjaga keutuhan komitmen dan semangat berbangsa yang penuh dengan perbedaan,” kata Kiyai Abdul Kadir dalam smabutannya di acara Seminar Keberagaman dengan tema “Menangkal Konflik SARA Antar Pemeluk Agama” di Aula Gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NTT, Kupang, NTT, Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, perbedaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan agar seluruh bangsa Indonesia mampu bersatu dan saling gotong-royong. Maka perbedaan tersebut seharusnya tidak perlu dipertengkarkan karena sudah menjadi sebuah kodrat Ilahi.

“Keniscayaan merupakan sumber dan kehendak Tuhan, tentu segala sesuatu dapat disamakan oleh Tuhan apabila Dia menentukan,” tegasnya.

Kemudian, pria yang juga menjabat sebagai Rais Suriyah Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) NTT tersebut mengingatkan kembali kepada seluruh generasi bangsa Indonesia untuk saling menjaga kerukunan sehingga dapat tercipta harmonisasi berbangsa dan bernegara.

“Kerukunan antar sesama anak bangsa yakni menjaga dan merawat, serta tetap mempererat kehidupan sesama anak bangsa dengan menghargai segala perbedaan yang ada,” tuturnya.

Lebih dari itu juga jika melihat situasi conflict of interest yang terjadi di Indonesia, Kiyai Abdul Kadir juga mengingatkan agar sleuruh elemen bangsa Indonesia ini tetap menjaga kondusifitas dan kerjasama yang baik dalam rangka membangun bangsa dan negara sebagai mana dimaktubkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

“Kerukunan dengan pemerintah, pemerintah merupakan pemimpin bangsa, maka sudah sepantasnya kita harus tetap menjagah hubungan dengan pemerintah, agar kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama tetap dalam keadaan damai sesuai amanat konstitusi,” tambahnya. (red)