Beranda Khazanah Tanamkan Kepedulian dan Kepekaan Sosial, SD Khadijah Pandegiling Gelar Gebyar Muharram 1440...

Tanamkan Kepedulian dan Kepekaan Sosial, SD Khadijah Pandegiling Gelar Gebyar Muharram 1440 H

286 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SURABAYA, Berkeadilan.com -SD Khadijah Pandegiling Surabaya turut memeriahkan bulan Muharram 1440 H, Sabtu (22/9/2018). Sekolah yang terletak di Jalan Pandegiling No 217 ini menggelar Gebyar Muharram dengan melakukan khitan masal, santunan anak yatim dan bazar amal wali murid.

Ratusan siswa pun unjuk gigi menampilkan berbagai karya seni dan budaya. Mulai dari memainkan alat musik hadrah, tari remo, tari modern hingga fashion show dengan mengenakan kostum daur ulang plastik.

Wali murid pun tampak meneteskan air mata ketika memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. Satu persatu disalami sembari mengelus pipi. Selain itu, wali murid dari siswa kelas 1 sampai kelas 6 juga turut andil berjualan. Hasil jualannya dalam bazar tersebut juga nantinya akan disumbangkan ke anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

“Pada Bulan Muharram 1440 H ini kami ingin menanamkan kepedulian dan kepekaan sosial bagi murid-murid melalui kegiatan santunan kepada anak yatim. Kami juga mengemas acara ini semenarik mungkin agar siswa dan wali murid untuk turut serta merayakannya,” kata Kepala SD Khadijah Pandegiling, Suhadi, S.Pd.I disela sambutannya.

Menurut Suhadi, pada keistimewaan bulan Muharram kali ini agar supaya siswa-siswi bisa mempelajari dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Memeriahkan Muharram dengan memuliakan anak-anak yatim. Kami berusaha mengajak semua siswa untuk saling berbagi kepada sesama, khususnya bagi yang membutuhkan,” terangnya.

Para siswa, lanjut Suhadi, juga mengajarkan para siswa untuk membuat karya seni kaligrafi. Menariknya, kegiatan kali ini menggunakan swadaya dari seluruh emelen sekolah dengan mengumpulkan berbagai macam kardus, plastik, kertas dan botol bekas untuk dijual.

“Alhamdulillah terkumpul mencapai Rp25 juta. Dan dana segitu kami sumbangkan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Jadi kegiatan ini bisa berjalan karena kami menggiatkan dari sampah menjadi uang,” tuturnya. (*)