Beranda Khazanah Ormas Islam Gelar Tarhib Ramadhan dan Parade Tauhid di Serang

Ormas Islam Gelar Tarhib Ramadhan dan Parade Tauhid di Serang

422 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SERANG, Redaksikota – Menjelang bulah Ramadhan, sejumlah organisasi keagamaan bersama simpatisan seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), menggelar Tarhib Ramadhan dan Parade Tauhid dalam rangka menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan.

Agenda akbar tahunan tersebut juga dilakukan serta untuk mensyukuri nikmat Ukhuwah Islamiyah. Kemudian ribuan massa yang mengusung Panji Rasulullah tersebut juga mendeklarasikan dirinya dalam Forum Persaudaraan Ummat Islam Banten (FPUIB) bekerjasama dengan Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) pimpinan Ustadz Zainal Abidin Almanar dan Ustadz M Nasehudin pemimpin FPI Serang.

Puluhan tokoh juga tampak mengikuti kegiatan terlihat Ustadz Enting, Ustadz Sutanto, Ustadz Agus. Sebut saja rombongan dari Kota Cilegon yang dipimpin Kyai Mansur yang merupakan Tokoh Masyarakat Keluarga Yayasan Al-Khaeriyah, ia mengimbau agar seluruh masyarakat besatu padu merapatkan barisan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

“Kepedulian kita selama bulan Romadon untuk menjalankan perintahnya dan menjauhkan segala larangannya,” seru Ketua GNPF MUI Banten itu dalam pawai, Jumat (19/5/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Juhaini sebagai Mantan Ketua GMPF MUI Banten, menyerukan kepada masyarakat dalam orasinya, bahwa Islam besatu tidak mungkin dikalahkan, tarhib Romadhon adalah menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan mengingatkam uamat Islam Banten, oleh karena itu apa yang harus menjadi bahakan perbaikan saat masuknya bulan Ramadhan, yakni memperbanyak interaksi dengan Al Quran.

“Bulan Ramadhan dimana turunnya Alquran. Jadi berbahagialah umat Islam dengan kedatangan bulan Ramadhan sebagai momen terbaik mendekatkan diri kepada Alquran dan Allah SWT,” tegasnya.

Kesempatan silaturrahmi tersebut, juga ikut diserukan berupa ajakan harus menyambut baik bulan Ramadhan oleh pimpinan pondok pesantren Alfataniyah H. Sudrajat Ardaniyah.

“Dengan penuh kegembiraan kami mengingatkan kepada aparat keamanan jangan sesekali kami dalam kegiatan ini dianggap musuh Negara tapi akuilah kita ini pemersatu dan sebagai anak negara,” kata Sudrajat.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau kepada umat agama lain agar juga bisa menghormati ritual dan hari besar umat Islam yakni dalam menjalankan Ibadah Puasa. Hal ini seperti yang terjadi pada umat-umat lain dalam merayakan hari besar keagamaanya di beberapa wilayah di Indonesia.

“Sodara-sodara kita di wilayah Timur bisa menghormati orang Kristen dan sodara-sodara kita di Bali menghormati perayaan Nyepi, maka di Banten dimana Kota Ulama dan Santri kepada yang tidak menjalankan ibadah puasa juga harus menghormati orang muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Untuk itu dengan menyambut bulan Ramadhan adalah untuk menyatukan NKRI. Sambung orasinya.

Tarhib Ramadan dan Parade Tauhid yang dimulai dari stadion Maulana Yusuf pada 19/052017 lalu melakukan rangkaian konvoi ke Alun-alun Barat Kota Serang. Kegiatan tersebut disambut baik oleh kepolisian resort Kota Serang. Dukungan kepolisian kepada masa tarhib terlihat mesra dengan kegiatan pemusnahan Minuman Keras (MIRAS) dan Senjata Tajam yang dihadiri langsung Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Wakil Bupati Serang, Panji Tirtayasa, Kasatpol PP Kota Serang Maman Lutfi dan para tokoh Agama Se Kota Serang.

Dalam pemusnahan miras yang disita dari tempat hiburan di Kota Serang sebanyak 5.512 minuman keras terdiri dari berbagai merek dan pemusnahan senjata tajam yang disita dari tauran pelajar di kota serang sebanyak 80 Senjata tajam.


Terpisah.
Dihubungkan melalui telepon genggam, humas HTI Kota Cilegon, Imam Sutiono mengatakan, bahwa massa HTI Cilegon turut mendukung kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut.

“Tarhib Ramadan dan Parade Tauhid dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan rutin tiap tahun dilaksanakan menjelang datangnya bulan Ramadhan,” tandas pria muda pimpinan di perusahaan swasta terkemuka itu.

Imam melanjutkan, kegiatan HTI harus terus dilakukan melalui kegiatan-kegiatan dakwah di mesjid maupun tempat-tempat pendidikan lainnya.

“HTI adalah dakwah untuk ummat, jadi harus terus dilakukan, meskipun menyayangkan sikap pemerintah yang arogan membubarkan HTI,” tandas Imam.

Tarhib ramadhan juga dinilai mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat melalui Forum Persaudaraan Ummat Islam Banten (FPUIB) bekerjasama dengan Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) dan ormas-ormas Islam di Kota Serang.

Hal senada diamini Yanuar Fauzi sebagai sekjen HTI Kota Cilegon yang menilai kegiatan tarhib ramadhan adalah dakwah.
(jiwa)