Beranda News Daerah Ruwahan Desa Jadi Tradisi Silaturahmi Warga

Ruwahan Desa Jadi Tradisi Silaturahmi Warga

226 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Sudah menjadi adat istiadat bahwa setiap bulan ruwah atau bulan sya’ban, warga Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur, mengadakan selamatan dan acara sakral ruwah desa setempat. Ruwah desa ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segela hasil bumi yang diberikan kepada warga.

Tak hanya itu, ruwah desa atau sedekah bumi juga dijadikan warga sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta uri-uri peninggalan para lelulur yang perlu dilestarikan.

Dalam kegiatan ini, nampak antusias warga, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua berdatangan mengikuti acara yang setiap tahun diadakan ini. Ketua Umum Fspkep Sunandar yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, juga hadir.

Sunandar mengatakan, Desa Wonoplintahan merupakan tanah kelahirannya, tepatnya di Dusun Pejantran Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Sunandar yang tiba dilokasi pun ikut bergabung bersama warganya. Pasalnya, ia hingga saat ini masih diminta menjadi Ketua BPD desa setempat.

“Ruwat desa atau sedekah bumi adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan di bulan ruwah. Istilah ruwah deso adalah ngruwat desa sebagai tempat kelahiran warga desa supaya kita semua mendapatkan ridho Allah SWT. Ruwah deso juga sebagai sarana silaturahmi warga desa yang selalu hidup rukun, guyub untuk mencapai desa yang toto tentrem kertoraharjo,” katanya kepada Redaksikota, Jumat (12/5/2017).

Kepala Desa Wonoplintahan, Joko Stanggono menyatakan, kegiatam ruwah desa kali ini juga diadakan hiburan masyarakat berupa ludruk. Ludruk merupakan seni budaya yang harus dilestarikan. Ruwat desa juga sebagai refleksi sejarah turun temurun dalam rasa syukur atas nikmat Allah atas hasil pertanian yang melimpah.

“Kabeh kudu eling marang deso lan dusune meniko dawuhe kang mbau rekso deso. (Semua harus ingat kepada desanya seperti yang dikatakan leluhur desa),” ujar Joko Stanggono. (Lid).