Beranda Khazanah Soal Basalamah dengan Banser, Sulton Sayangkan Statemen Pengurus MUI

Soal Basalamah dengan Banser, Sulton Sayangkan Statemen Pengurus MUI

"Mungkin beliau mendapat informasi yang tidak utuh, karna banyak informasi yang tersebar berbagai versi. Sudah kami sampaikan kronologi time by time," terang Sulton.

177 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua GP Ansor Jakarta Selatan, Sulton Mu’minah menyayangkan statemen yang disampaikan oleh salah satu anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan (Kumdang) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Irjen Pol (purn) Anton Tabah Digdoyo.

Pernyataan tersebut terkait dengan kembali dipertanyakannya alasan Ansor Banser NU yang melakukan pencekalan terhadap dai Ustadz Khalid Basalamah di Sidoarjo beberapa waktu yang lalu.

“Kami pun sangat menyayangkan, statment beliau sebagai Anggota (Kumdang) MUI Pusat sekaligus purnawirawan petinggi polri bukan malah menyejukan namun malah menambah keruh permasalahan yang sudah selesai,” kata Sulton kepada Redaksikota, Selasa (7/3/2017).

Bahkan Sulton juga menilai jika apa yang disampaikan oleh Anton Tabah sangat tidak mewakili statemen resmi institusi yakni MUI Pusat, melainkan sebuah pandangan dan persepsi pribadinya sendiri.

“Kami merasa statment beliau tidak mewakili institusi MUI Pusat,” tandasnya.

Sulton juga berpandangan jika apa yang disampaikan oleh Anton tersebut lantaran kurangnya informasi faktual yang ia terimanya sendiri, sehingga persepsi dan pandangan tersebut bisa muncul dari dirinya.

Padahal disampaikan Sulton, Ansor juga sudah menyampaikan informasi berdasarkan kronologi utuh dan alasan mengapa mereka mencekal Khalid Basalamah.

“Mungkin beliau mendapat informasi yang tidak utuh, karna banyak informasi yang tersebar berbagai versi. Sudah kami sampaikan kronologi time by time,” terang Sulton.

Baca juga : Ini Kronologi Lengkap Polemik Banser NU dengan Khalid Basalamah

Diketahui, berdasarkan berita yang dirilis oleh media online Dakwahmedia.news pada hari Minggu (5/3) mengutip dari SuaraNasional, Irjen Pol (purn) Anton Tabah Digboyo kembali mempertanyakan sikap Banser Ansor yang melakukan pencekalan terhadap Khalid Basalamah di Sidoarjo, dan sekaligus aksi penurunan paksa baliho seruan Aksi Bela Ulama di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

Dalam statemen Anton yang dikutip dari media tersebut juga, ia menilai bukannya Ansor melawan musuh Islam melainkan membubarkan pengajian.

“Bahkan ketika kini gencar umat Islam sedang gencar melawan musuh-musuh Islam kini ada oknum Ansor Bannser malah bubarkan pengajian,” kata Anton.

Namun terkait dengan statemen tersebut, pada hari yang sama, Ketua GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin juga sudah memberikan statemen tegas, bahwa bukan majelis ta’lim atau pengajiannya yang dibubarkan, melainkan sosok penceramahnya yang dipermasalahkan, yakni Khalid Basalamah.

Baca juga : Yang Masalah Bukan Pengajiannya, Tapi Khalid Basalamahnya

“Yang kita tolak bukanlah majlis ilmunya. Sebagai bukti, ketika (Khalid) Basalamah turun diganti (dengan) ustadz lain, kita tidak mempermasalahkan,” kata Riza dalam siaran pers yang diterbitkan Redaksikota pada Minggu (5/3/2017) lalu. [mib]