oleh

211 Aksi Bela Tauhid, PBNU-Muhammadiyah: Jaga Perdamaian

Redaksikota.com – Menjelang agenda aksi 211 dengan tema Aksi Bela Tauhid jilid II yang akan digelar oleh beberapa elemen ormas yang dipimpin oleh Persaudaraan Alumni 212 karena protes peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, hari ini PP Muhammadiyah bersama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan sikap bersama.

Dalam pernyataan sikap tersebut, dua ormas besar Islam Indonesia tersebut mengimbau kepada seluruh kader dan jamaahnya untuk lebih mengedepankan perdamaian dan persatuan antar sesama anak bangsa.

“Pada tahun politik ini, semua pihak agar mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik,” tulis dalam pernyataan sikap bersama, Rabu (31/10/2018).

Pernyataan sikap bersama yang ditandatangani langsung oleh Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketum PBNU Said Aqil Siradj tersebut juga menyinggung pihak yang membuat suasana tahun politik seperti saat ini semakin gaduh. Termasuk juga dengan kegiatan pengerahan massa yang sebetulnya sudah tidak perlu dilakukan.

“Kontestasi politik diharapkan berlangsung damai, cerdas, dewasa serta menjunjung tinggi keadaban serta kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya.

Mereka juga sepakat agar seluruh bangsa Indonesia lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok dan golongan saja.

“Hindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama,” ujarnya.

“Kami percaya rakyat dan para elite Indonesia makin cerdas, santun dan dewasa dalam berpolitik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, PBNU dan PP Muhammadiyah juga sepakat agar apapun persoalan yang timbul sebaiknya diselesaikan dengan jalur komunikasi. Bahkan dalam rangka meningkatkan kualitas bangsa dan negara, kedua organisasi Islam tersebut menyerukan agar seluruh bangsa Indonesia saling bahu-membahu bukan lagi jatuh menjatuhkan.

“Meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang konstruktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun masyarakat yang makmur baik materil maupun spiritual serta peran politik kebangsaan melalui program pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan bidang-bidang strategi lainnya,” tukasnya.

“Komunikasi dan kerjasama tersebut sebagai perwujudan ukhuwah keumatan dan kebangsaan yang produktif untuk kemajuan Indonesia,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa pada hari Jumat (2/11/2018) nanti, beberapa ormas yang dikomandoi oleh PA212 akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka. Aksi tersebut berkonsentrasi untuk memprotes agar pembakar bendera HTI yang bertuliskan lafadz Tauhid dapat dipenjara.

Aksi yang bertemakan Aksi Bela Tauhid Jilid II tersebut akan dimulai dengan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, kemudian akan longmarch menuju Taman Pandang depan Istana Merdeka.

(red)

Komentar

Jangan Lewatkan