Beranda Khazanah Dzikir Tahun Baru Banyak Diminati Warga pada Momentum Pergantian Tahun 2017

Dzikir Tahun Baru Banyak Diminati Warga pada Momentum Pergantian Tahun 2017

189 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ratusan warga melangsungkan pesta pergantian tahun sabtu, 31 Desember 2016 di Jl Pintu Air, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan melakukan Dzikir Bersama malam Tahun Baru.

Memasuki pergantian tahun 2016 ke tahun 2017 kali ini, banyak warga yang di dominasi dari kalangan pemuda lebih memilih merayakan pesta pergantian tahun dengan melangsungkan Dzikir, di lingkungan Tempat tinggal mereka masing-masing dengan maksud menjaga kerukunan bangsa atas berbagai gejolak yang terjadi di tahun 2016.

“Mari, merawat kerukunan bangsa untuk diwariskan pada anak cucu. Rasa keprihatinan atas kehidupan berbangsa dan bernegara selama tahun 2016 banyak tergores akibat gejolak, pertikaian, teror serta konflik yang terus terjadi,” demikian disampaikan oleh Habib Muhammad bin Hasan Bin Tahhir dalam acara Dzikir Tahun Baru, Sabtu (31/12/2016) kemarin.

Mengamati dinamika masyarakat selama tahun 2016, tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara dikatakan Habib Muhammad, mengalami tantangan yang cukup berat.

“Wawasan kebangsaan kita terus mengalami penurunan akibat gempuran pihak luar melalui serbuan ideologi, budaya, konflik sektarian, gaya hedonisme. Ini melemahkan nilai-nilai budaya luhur, gotong royong, rasa saling menghormati, menghargai perbedaan, serta kerelaan berkorban demi sesama. Semua itu pada ujungnya melemahkan sendi kehidupan kebangsaan kita,” lanjut Habib.

Sehingga menyambut tahun baru 2017 ini dirinya mengajak untuk mengawali dengan niat baru, semangat baru, tekad baru dan juga inovasi-inovasi baru untuk merawat keutuhan bangsa.

Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membangun kembali budaya musyawarah, sikap toleransi dan saling menghormati dalam semua sendi kehidupan sehari-hari. Jangan ada lagi antar kelompok masyarakat saling paksakan kehendak, ego primodial, aksi-aksi yang anarkis yang memperuncing perbedaan.

Lebih lanjut ditambahkannya, penghormatan kepada hukum dan nilai-nilai luhur dimasyarakat yang selama ini mempersatukan bangsa, wajib terus diperjuangkan demi kehidupan anak cucu kita mendatang. [*]