Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Koordinator KOMPAN (Korps Mahasiswa dan Pemuda NKRI), Hadi menilai bahwa carut-marutnya persoalan lembaga pemasyarakatan (lapas) tidak akan bisa dientaskan ketika dasar masalahnya tidak diatasi terlebih dahulu.

Menurut Hadi, permasalahan utama dari persoalan lapas ada di Dirjen PAS dan Sekjen Kemenkumham.

“Ada dugaan posisi Dirjen PAS yang saat ini dipegang Sri Puguh Utami karena sokongan dan backup dari Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwangi,” kata Hadi dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (25/9/2018).

Kondisi ini terjadi menurut Hadi, bahwa ada dugaan kuat kedua sosok tersebut memang sedang menjalin “asmara” kepentingan.

“Sokongan dan backup karena diduga ada ‘Hubungan Asmara’ antara Bambang Rantam Sariwanto (Sekjen Kemenkumham) dengan Sri Puguh Budi Utami (Dirjen PAS), bahkan carut-marutnya lapas dan rutan saat ini dampak dari hubungan mereka,” tukasnya.

Beberapa persoalan Lapas yang saat ini masih terjadi menurut Hadi adalah ketimpangan ekonomi dan perlakuan hukum.

“Orang-orang yang masuk di lapas dan rutan memiliki kasus-kasus hukum yang beragam dari kasus perdata dan pidana yang merugikan negara dalam skala besar, menengah dan kecil. Uang yang bicara di dalam lapas maupun rutan, sehingga uang yang menjadi raja dan yang bisa menaklukkan selama di dalam,” tuturnya.

Selain aspek itu, praktik pungli di dalam lingkungan lapas antara tahanan dengan sipir masih tetap menjadi rahasia umum dan terawat tradisinya. Bagi Hadi, persoalan tersebut adalah polemik besar.

“Adanya dugaan kongkalikong antara oknum petugas dan napi atau tahanan masih belum dapat tertangani dengan baik. Bahkan napi yang memiliki uang bisa menghirup kebebasan sementara dengan membayar dan alasan medical check up, tentunya ingat aksi Gayus Tambunan yang menonton pertandingan tenis,” pungkasnya.

Masalah selanjutnya di lingkungan lapas adalah kelebihan kapasitas ruang tahanan. Persoalan ini menurut Hadi masih belum bisa teratasi sampai saat ini.

“Ini sering dijadikan alasan ketika terjadi kerusuhan antar napi maupun antara napi dan petugas. Lapas di sejumlah wilayah dikabarkan memiliki jumlah napi dan tahanan jauh di atas kapasitas normal. Sedangkan, jumlah petugas lapas tak dapat dibandingkan dengan membludaknya napi dan tahanan,” tegasnya.

Terakhir masalah yang tidak kalah peliknya adalah masih mudahnya bisnis narkoba dijalankan dari balik jeruji besi.

“Pengawasan yang kurang ketat sehingga masih banyak di berbagai lapas soal peredaran narkoba,” tuturnya.

Beberapa sorotan masalah yang disampaikannya tersebut, Hadi menegaskan bahwa polemik itu tidak akan tuntas ketika secara birokrasi para pejabatnya tidak serius melakukan penanganan.

“Empat persoalan dan masalah tersebut juga harus disertai perbaikan dan rekam jejak terhadap person birokrasi yang memimpin di Kemenkumham. Kebobrokan lapas dan rutan selama ini adanya andil dari birokrasi yang sudah lama berkecimpung diwilayah tersebut. Apalagi Dirjen PAS yang baru dilantik Sri Puguh Budi Utami pernah menjabat sebagai Sekretaris dirjen PAS,” tutupnya.

(del)