Beranda Hukum Jika Merasa Dirugikan, Ajukan Gugatan

Jika Merasa Dirugikan, Ajukan Gugatan

265 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bogor – Pasca Kongres Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Ke-VII di Makassar, tidak bisa dipungkiri terjadinya saling tuding – menuding dengan berbagai argumentasi masing-masing. Hingga akhirnya, timbulah perseteruan atau persaingan sesama rekan satu profesi.

Ditemui disebuah kawasan Plaza Niaga Babakan Madang, Bogor Jawa Barat Jumat (3/18), Aan Supriyanto SH, MM., MKn saat dimintai tanggapannya  mengenai berbagai asumsi Kongres IPPAT Ke-VII yang berkembang, apa penyebabnya dan siapa yang ‘bermain’.

Menurut Aan, dengan melihat keadaan yang pernah berlangsung seperti itu hasil hitungan dapat dilihat atau disaksikan secara bersamaan oleh peserta dari berbagai wilayah mau tidak mau harus menerima keputusan yang telah ditetapkan. Akan tetapi, jika ada pihak yang merasa dirugikan, memiliki bukti-bukti valid bahwa ada kecurangan atau ketidak jujuran dianggap tidak Fair dan panitianya memihak, ajukan gugatan disertai dengan bukti – bukti yang kuat.

“Jika memang gugatan dibawa sampai ke ranah pengadilan karena merasa dirugikan, ya sah – sah saja dan tidak bisa menolak. Namanya dirugikan tentu dia boleh mengajukan segala upaya yang dianggap benar dan apapun keputusannya itu, kita terima karena benteng terakhir itu adalah pengadilan,” Terang Notaris – PPAT yang berkedudukan di Kabupaten Bogor.

Namun, apabila persoalan atau permasalahan tersebut tidak berlanjut ke pengadilan, Sambung Aan, suka tidak suka harus legowo. Atas kejadian tersebut dan sebagai bahan pertimbangan dirinya berharap semoga menjadikan pembelajaran untuk kedepannya bagaimana tata cara penyelenggaraan Kongres yang baik dan benar.

“Orang yang menjadi Kandidat harus menyadari bahwa ini organisasi nirlaba, organisasi yang tidak mencari keuntungan atau organisasi profesi yang seharusnya itikad niatnya itu baik. Kita mau membawa organisasi profesi ini menjadi organisasi yang profesional, disegani dan dihormati. Tentu semua sudah tau cara-cara seperti itu, apalagi mereka seorang yang memiliki gelar Strata dua (S2) semua, ” Bebernya.

Lebih jauh menurut Aan, yang paling penting adalah bagaimana menjaga komitmen pengurus organisasi agar bisa menjalankan amanat anggota dengan baik. “Saya yakin persoalan ini ada jalan keluar jika pengurus organisasi bisa mensinkronkan dan tidak ada perbedaan antara kepentingan jabatan. Nantinya akan terlaksana dengan baik, dan dalam melaksanakan praktek pun tidak timbul masalah lagi karena mereka semua mempunyai niat untuk kebaikan PPAT. Perlu diketahui bahwa Profesi ini tidak digajih,” Lontarnya.

IR