Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SURABAYA, Redaksikota.com – Pengusaha penyedia jasa tiket, Indah (44) mengaku sudah membuat laporan di Polresta Surabaya terkait dengan sengketa penjualan tiket konser John Mayer World Tour 2019 di Indonesian Conventin Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan pada tanggal 5 April 2019 lalu.

“Benar, soal tiket konser John Mayer di BSD Tangerang Selatan. Satu tiket harganya Rp1.950.000,” kata Indah kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (20/4/2019).

Indah menjelaskan bahwa dirinya memesan tiket sebanyak 200 lembar kepada seorang perempuan bernama Phoenix Anggra dengan total Rp390 juta. Uang sebanyak dibayarkan ke Phoenix bertahap 2 kali.

“Rp390 juta itu saya transfer dan cash sebanyak dua kali ke dia (Phoenix -red),” terangnya.

Sayangnya, sampai menjelang hari pelaksaan konser itu digelar, tiket yang dijanjikan oleh Phoenix tidak kunjung ada. Kondisi itu yang membuat Indah kecewa dan marah sehingga meminta pertanggungjawaban kepada Phoenix.

“Dalam perjanjian jual beli tiket, ada keterangan dia (Phoenix) harus refund 2 kali lipat harga tiket yang saya bayarkan,” ujar Indah.

Kemudian disampaikan Indah bahwa uang yang dibayarkan kepada Phoenix sudah dikembalikan sebesar Rp390 juta. Namun kata Indah, mitranya itu masih memiliki tanggungan 1 kali lipat dari harga tiket yang menjadi kewajiban bayar dirinya sebagai pihak pertama dalam Memorandum of Understanding (MoU) itu.

“Yang Rp390 juta sudah dikembalikan dan saya sudah refund ke customer saya, tapi kan dalam perjanjian dia harus kembalikan dua kali lipat dari harga tiket, ini yang belum dibayarkan,” jelasnya.

Kondisi ini yang membuat dirinya harus melaporkan Phoenix ke kepolisian agar apa yang menjadi haknya itu dapat dipenuhi. Apalagi kata Indah, dalam kasus ini dirinya sangat dirugikan karena kepercayaan customer kepada pihaknya terancam. Dan terbukti kata Indah, ratusan customernya marah-marah karena tidak berhasil mendapatkan tiket konser penyanyi idolanya itu.

Terlebih sesuai pengakuannya ia sudah mengeluarkan uang sekitar Rp1,1 miliar untuk mengusahakan pengadaan tiket.

Seperti yang dirilis oleh Tribunnews, bahwa Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran pun mengatakan memang pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait dengan kasus penipuan atau penggelapan.

Hanya saja, kasus tersebut masih dipelajari terlebih dahulu untuk penindakan lebih lanjut.

“Iya benar sudah melapor, masih kami dalami (kasusnya) apakah unsur penipuan atau penggelapan memenuhinya atau tidak,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, Selasa (9/4).

Namun disayangkan, sampai berita ini diturunkan, pihak Phoenix Anggra masih belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangannya. Bahkan telepon dan whatsapp kepada Phoenix belum direspon.