Penampakan Habib Bahar saat hendak masuk ke ruang tahanan Mapolda Jabar. [foto : istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith terkait kasus penganiayaan dituding oleh Fadli Zon sebagai kriminalisasi ulama. Hal itu pun ditepis oleh PDIP.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum Trimedya Panjaitan memandang ditahannya Habib Habar oleh pihak Kepolisian tak ada unsur kriminalisasi terhadap ulama.

“Saya pribadi tidak yakin terjadi kriminalisasi,” tegas Trimedya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

Sebab, diyakininya polisi sudah memiliki dua alat bukti untuk menahanan Habib Bahar. Apalagi polisi tidak mungkin bermain-main dan selalu berdasarkan dengan KUHP.

“Pasti ada dua alat bukti apalagi untuk publik figur seperti ustadz itu dilakukan kriminalisasi saya enggak terlalu yakin,” katanya.

Selain itu, dia juga meyakini bila di era Kapolri Tito Karnavian kemungkinan kriminalisasi sangat kecil. Sehingga ia meminta siapapun bila tak mau dihukum, janganlah melawan.

“Karena itu kalau kita tidak mau dilakukan proses penegakan hukum jangan dilakukan sesuatu. Itu aja kuncinya,” pungkas dia.

Seperti diketahui, Fadli Zon melalui akun Twitter pribadinya menyatakan penahanan terhadap pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu sebagai kriminalisasi terhadap ulama.

“Penahanan Habib Bahar Smith ini bukti kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum di Indonesia. Hukum telah dijadikan alat kekuasaan, alat menakuti oposisi n suara kritis. Selain itu tentu tindakan penahanan ini ancaman thd demokrasi. Kezaliman yg sempurna.#rezimtanganbesi,” tulis Fadli melalui akun @fadlizon, kemarin.

(bc)