Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Komite Nasional Nawacita Anti Korupsi meminta Polri mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga.

Penyalahgunaan wewenang dimaksud ialah pemberian izin prinsip dan izin lokasi kepada perusahaan nikel di wilayahnya.

“Bupati Konsel (Konawe Selatan) diduga melakukan penyalahgunaan wewenang atas pemberian izin prinsip dan izin lokasi
kepada perusahaan nikel dan seterusnya,” ujar Ketua Komite Nasional Nawacita Anti Korupsi, Abdullah Kelrey, Selasa (16/10/2018).

Menurut Kelrey, Surunuddin melanggar sejumlah peraturan dalam pemberian izin ke perusahaan nikel. Antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN. Lalu Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

“Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,” kata dia.

Di samping itu, Surunuddin diduga melanggar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, serta Pasal 134 Ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara. Bupati Konawe Selatan juga dianggap menyalahi Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: SK 465/Menhut-II/2011 tentang Kawasan Hutan Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Peraturan Daerah Kabupaten Konawe Selatan Nomor 19 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Konawe Selatan.

Atas dugaan pelanggaran ini Komite Nasional Nawacita Anti Korupsi mendesak kepolisian memproses hukum. Rencananya, Kelrey dan rekannya akan berunjuk rasa guna menuntut hal ini di Markas Besar Polri, Jumat (19/10/2018).

“Permintaan ini berlandaskan pada poin ke-4 Nawacita Jokowi-JK yang berbunyi ‘Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya’,” tandas Kelrey.