Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Ketua DPP Partai Golkar, Ace hasan Syadzily menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin sesuai dengan Pakta Integritas yang telah ditandatangani Kepala Daerah yang berasal dari kader Partai Golkar pada 2 Februari 2018 lalu.

“Pakta integritas itu menyatakan bahwa jika terlibat dalam kasus korupsi maka akan diberikan sanksi tegas,” kata Ace dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (16/10/2018).

Sementara untuk sanksi pemecatan akan dilakukan partai kepada Neneng ketika vonis pengadilan menyatakan salah satu kadernya itu terbukti bersalah.

Karena kasus ini, Golkar mengingatkan para kader, terutama mereka yang menjabat di eksekutif maupun legislatif, untuk tidak melakukan praktik korupsi.

Pasalnya, hal-hal sedemikian rupa tentu saja bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar.

“Itu dapat merusak citra Partai Golkar dan merusak kepercayaan rakyat dalam menghadapi Pemilu 2019 yang sudah di depan mata,” ujar Ace.

Perlu diketahu, bahwa Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, dinonaktifkan dari keanggotaan Partai Golkar karena tersandung kasus suap Meikarta.

Sebelumnya, Neneng dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada Minggu (14/10) siang.

Saat itu, Laode M Syarif, Wakil Ketua KPK mengungkapkan Neneng berhasil melarikan diri. Dan baru pada Senin (15/10) malam Neneng dibawa ke Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.