Beranda News Daerah Islamic Lawyer Forum : Melarang Bendera Tauhid adalah Kejahatan Konstitusi

Islamic Lawyer Forum : Melarang Bendera Tauhid adalah Kejahatan Konstitusi

344 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SURABAYA, Redaksikota.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat menggelar acara Islamic Lawyer Forum (ILF) di POP Hotel Surabaya, Ahad (11/11/2018). Acara tersebut dihadiri oleh para pengacara muslim, ulama dan tokoh masyarakat, diantaranya Chandra Purna Irawan (Ketua Eksekutif KSHUMI), Satya Widarma (Wakil Ketua Pelita Umat Jawa Timur) dan KH. Faiq Furqon (Ulama), ketiganya sebagai narasumber. Sementara Ustadz Dipo, Pengasuh Ponpes Al Islam Lamongan juga hadir sebagai salah satu tokoh undangan.

ILF edisi ketiga ini mengangkat tema “Bendera Tauhid Milik Umat, Stop Kriminalisasi Bendera Tauhid”. Kegiatan ini menghasilkan pernyataan hukum yang dirilis oleh LBH Pelita Umat. Diantarnya Bahwa membuat, memiliki, membawa, mengibarkan, menyosialisasikan atau melakukan serangkaian tindakan untuk menyiarkan kalimat Tauhid Dalam bendera tauhid adalah hak konstitusional setiap warga Negara. Dengan dalih apapun negara dengan seluruh alat kelengkapannya tidak memiliki hak untuk melarang merampas, menyita, meminta, menurunkan atau tindakan lain yang pada pokoknya menghalangi dan merampas hak konstitusi rakyatnya.

Berikutnya LBH Pelita Umat juga menegaskan, bahwa bendera tauhid adalah simbol kemuliaan umat Islam dan kaum muslimin, tidak boleh seorangpun yang menghinakan atau melecehkan bendera tauhid baik dengan cara merobek, membakar, menaruh di tempat yang tidak layak atau tindakan lain yang melecehkan. Karena semua itu termasuk dan terkategori menistakan agama.

Point berikutnya, menyatkan bahwa konstitusi melalui pasal 29 ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Dan pelarangan terhadap pengibaran bendera tauhid juga bertentangan dengan pasal 4 undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia.

Sementara itu, Ustadz Dipo dalam kesempatan itu berpesan bahwa kepercayaan diri dari umat islam harus dibangkitkan dengan semangat jihad fisabilillah. “Harus ada edukasi terhadap umat islam untuk berperan dalam proses perubahan kemenangan islam seperti yang di janjikan oleh Alloh” tegas Ustadz Dipo.