Pengurus PB SEMMI.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Ketua Umum PB Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Bintang Wahyu Saputra menilai bahwa munculnya berita soal munculnya lagi kabar Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian dalam skandal buku merah hanya bentuk upaya intervensi sepihak dari kelompok tertentu yang sengaja ingin memperkeruh suasana, apalagi saat ini tensi politik dalam negeri tengah memanang menjalang 2019.

“Mendukung ketua KPK RI Bapak Ir Agus Rahardjo untuk mengambil sikap negarawan dan obyektif dalam menyikapi segala bentuk permasalahan menjelang Pemilu 2019, karena bisa menyebabkan kegaduhan hukum, keamanan dan politik di Indonesia,” kata Bintang dalam keterangan persnya yang diterima Redaksikota, Kamis (11/10/2018) malam.

Ia juga meminta kepada seluruh lembaga negara tidak mudah terintervensi oleh pihak luar dan lebih mengedepankan profesionalitas dan komitmen kerjanya masing-masing, termasuk juga kepada KPK maupun Polri.

Bahkan Bintang pun meminta agar publik tidak mudah tergiring opininya terkait dengan kasus yang menyeret nama Kapolri tersebut. Terlebih, sumber berita yang diterima pun belum jelas kebenarannya.

“Mendukung masyarakat Indonesia untuk tidak mudah percaya oleh berita atau informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, karena bisa menyebabkan kerugian pada diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga mendorong agar seluruh berita yang dianggap bohong tersebut dapat diproses secara hukum. Bintang mengaku sangat mengkhawatirkan stabilitas keamanan sosial dan politik serta hukum terancam.

“Mendukung Polri untuk bertindak tegas kepada penyebar dan yang ikut menyebarkan berit hoax, fitnah dan ujaran kebencian kepada bapak Jenderal Polisi Prof Drs. H Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D sekali Kapolri yang diduga menerima aliran dana dari Saudara Budi Hariman karena hal tersebut telah diklarifikasi oleh pelaku pidana korupsi Basuki Hariman bahwa dugaan tersebut tidak benar,” paparnya.