Beranda Hukum Eggi Sudjana Minta Polri Periksa Cak Imin dan Kiyai Maruf Gara-gara Bendera...

Eggi Sudjana Minta Polri Periksa Cak Imin dan Kiyai Maruf Gara-gara Bendera Logo PKB

WIB
577 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

JAKARTA, Redaksikota.com – Praktisi hukum, Eggi Sudjana menyayangkan sikap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menggunakan logo partai mereka dengan latar belakang bendera merah putih.

Baginya, sikap tersebut merupakan sesuatu yang tidak perlu bahkan lebih kepada potensi tindak pidana menodaan simbol negara yang memiliki implikasi hukum di dalamnya.

“Pasal 57 huruf c dan d UU No 24 Tahun 2009. Kalau merujuk hukum harus jelas,” kata Eggi Sudjana dalam diskusi publik bertemakan “Polemik Merah Putih – Logo PKB : Penodaan Lembaga Negara kah?” yang digelar oleh Lingkar Studi Polemik Indonesia (LSPI), di D’Hotel, Jl Sultan Agung 9, Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018).

Dalam pasal itu kata Eggi, bahwa siapapun yang menggunakan lambang negara untuk digunakan identitas kelompok atau golong tertentu. Tak tanggung-tanggung, padal UU tersebut, ancaman hukumnya adalah penjara selama 1 tahun.

“Bahasanya sudah amat jelas bahwa setiap orang dilarang menggunakan lambang negara yang rusak dan tidak sesuai bentuk dan perbandingan ukuran dan membuat lambang perseorang, partai politik, perkumpulan, organisasi atau perusahaan yang sama yang menyerupai lambang negara, menggunakan lambang negara untuk keperluan lain dipidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta,” sambungnya.

Kemudian Eggi juga menilai seharusnya Polri langsung memproses saja dugaan pelanggaran hukum tersebut, karena kasus bendera merah putih dengan ditempel logo partai tersebut bukan masuk delik aduan.

“Konteksnya, kita mesti berlaku jujur, adil dan benar. Kenapa yang PKB tidak segera harus diproses polisi, karena ini bukan delik aduan. Polisi tidak perlu nunggu ada aduan masyarakat,” terang Eggi.

Jika ingin fair dalam menegakkan norma hukum di Indonesia, pria yang juga petinggi di Persaudaraan Alumni (PA) 212 tersebut juga meminta agar polisi segera memeriksa pihak-pihak terkait termasuk Cawapres Nomor urut 01, KH Maruf Amin yang ikut mengibarkan bendera tersebut.

“Maka periksa Muhaimin, apalagi kiyai Maruf Amin ikut mengibarkan. Nah, mau gak diproses hukum, dan saya duga tidak akan diapa-apain itu,” pungkasnya.

Perlu diketahu bahwa di beberapa daerah di Jawa Tengah kedapatan bendera merah putih berkibar. Uniknya, latar belakang warna bendera tersebut tertempel logo partai politik yakni PKB.

Dan dalam sebuah sesi, muncul sebuah foto Ketua Umum PKB Muhamin Iskandar menyerahkan bendera serupa kepada KH Maruf Amin yang notabane Cawapres Nomor urut 01.

(ibn)