Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak bakal memanggil kepala seksi (kasie) di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, NH (42), karena disinyalir kuat menelantarkan anak kandungnya. Hal ini menyusul adanya laporan dari sang istri NH, Martriyani (43) kepada Komnas Perlindungan Anak.

“Komnas Perlindungan Anak akan segera mengambil langkah-langkah, yang pertama memanggil terlapor supaya bisa dimintai pertanggungjawaban, klarifikasi terhadap pengaduan dari istrinya. Dalam segera kita surati,” kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di kantornya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2019).

Arist menegaskan, pihaknya bakal melakukan proses pemanggilan sebanyak dua kali. Apabila tak diindahkan, maka pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Gubernur Sumatera Selatan terkait persoalan ini.

“Supaya saudara terlapor ini bisa ke Komnas Perlindungan Anak untuk dimintai pertanggungjawaban terhadap tindak pidana penelantaran itu,” tandasnya.

Apabila masih tak juga berhasil, Komnas PA bakal merekomendasikan Martriyani melaporkan perkara ini ke polisi. Sebab penelantaran anak sesuai Undang-undang Perlindungan Anak merupakan tindak pidana dengan ancaman ancaman hukuman di atas lima tahun.

Sebelum tindakan diambil Komnas, pimpinan NH di Dinas Sosial diharapkan berperan aktif menyelesaikan persoalan ini. Arist juga mengimbau kepada terlapor untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

“Bertanggungjawab lah, karena itu tidak boleh ditelantarkan. Anak itu kewajiban orangtua untuk membesarkan, untuk memberikan nafkah yang baik supaya anak itu bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.

“Tapi kalau tidak (bertanggungjawab), tidak ada toleransi, sehingga kami mengusulkan diselesaikan secara jalur hukum. Tapi kalau sebelumnya itu bisa diajak kompromi, berdiskusi dan sebagainya, sebagai tanggung jawab hubungan rumah tangga, Komnas Perlindungan Anak siap menjadi mediator,” imbuh pria 59 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Martriyani berharap hak anaknya yang masih berumur enam bulan bisa didapat. Lantaran anak tersebut merupakan hasil perkawinannya dengan NH yang diketahui sebagai Kasie di Dinsos Kota Palembang.

“Harapan setelah ke Komnas Perlindungan Anak ini hak saya dan hak anak saya bisa didapat. Terima kasih kepada Pak Arist yang sudah menerima saya dengan baik, tadi, yang mau menindaklanjuti masalah saya. Saya yakin Pak Arist bisa menyelesaikan masalah saya,” tandasnya.

Diketahui NH telah dilaporkan ke Komnas Perlindungan Anak karena diduga menelantarkan anaknya dari hubungan pernikahan dengan Martriyani. Nafkah tak diberikan NH disebut sejak ia mengandung anak itu di usia dua bulan, dan berlangsung hingga kini. Martriyani pun mengaku tak dinafkahi NH.

“Saya datang ke sini untuk minta perlindungan, perlindungan dan hak anak saya. Kalau memang harus pisah, sampai mana (pertanggungjawabannya)? Seumur hidup kan itu anak dia. Anak yang tiga yang dari istri pertama dirawat, yang ini enggak,” ujar Martriyani di kantor Komnas Perlindungan Anak, Rabu (5/9/2019) lalu.