Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Dewan Pembina Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (GERTAK), Frans Immanuel T Saragih menilai jika teror bom molotov yang diserangkan ke rumah Wakil Ketua Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief adalah bukti jika banyak pelaku korupsi mulai berani melawan penegakan hukum.

“KPK menurut kami telah melakukan langkah-langkah positif dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, otomatis hal tersebut menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi para aktor korupsi di Indonesia,” kata Frans dalam keterangannya kepada Redaksikota, Jumat (11/1/2019).

Maka dari itu, ia pun mendesak kepada aparat kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut, dan segera menangkap pelaku yang menjadi aktor intelektual dalam kasus pelemparan bom itu.

“Pihak-pihak yang terkait untuk segera melakukan pengecekan dan pengusutan atas peristiwa teror bom di rumah pimpinan KPK,” tegasnya.

Selain itu, Frans juga menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja lembaga antirausah tersebut selama ini.

“Walaupun tidak semua laporan ke KPK berhasil dituntaskan, tetapi GERTAK mengapresiasi positif akan progres yang dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Frans pun menyampaikan bahwa rakyat Indonesia sangat menginginkan adanya kinerja yang baik oleh KPK, agar tindak pidana korupsi di Indonesia dapat diminimalisir sebaik-baiknya.

“Masyarakat Indonesia dari beragam lapisan sangat menginginkan Indonesia bersih dari jerat korupsi. Rakyat Indonesia sangat berharap KPK dapat menjadi lembaga dan instrumen yang dapat memenuhi harapan masyarakat tersebut,” pungkasnya.

Terakhir, ia pun memberikan atensi kepada para pelaku tindak pidana korupsi agar tidak coba-coba melakukan ancaman dan teror kepada pegawai KPK, baik pimpinan maupun jajaran penyidik dan yang lainnya.

“Kepada para aktor korupsi Indonesia. Jangan coba-coba berani mengganggu KPK karena akan berhadapan dengan rakyat Indonesia yang menginginkan negaranya bebas dari jerat korupsi. Korupsi sudah sangat menyengsarakan negara dan harus diberantas,” tutupnya. [ray]