oleh

Kerahkan Massa Sampai Pelintir Isu Kapolri, Amien Rais Dianggap Picik

-Hukum-136 views

Redaksikota.com – Sosiolog dan Ketua Divisi Hukum, Advokasi dan Migrant Care ReJo (Relawan Jokowi) Kastorius Sinaga menilai bahwa desakan Amien Rais yang saat ini menjadi saksi dalam kasus berita bohong Ratna Sarumpaet untuk mencopot Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian hanya untuk memperkeruh suasana politik dalam negeri. Apalagi ada potensi beberapa nama juga akan diperiksa polisi untuk menuntaskan kasus berita bohong tersebut.

“Ini sebagai upaya memperkeruh kondisi stabilitas politik dan sekaligus merupakan bentuk intimidasi politik terbuka terhadap institusi kepolisian, yang saat ini tengah menyidik kasus berita bohong (hoaks) atas Ratna Sarumpaet,” kata Kastorius dalam keterangannya kepada insan pers, Rabu (10/10/2018).

Kemudian upaya mengangkat lagi kasus usang pun menjadi salah satu alasan kuat bahwa ini hanya bentuk pengalihan isu semata. Salah satu indikasi yang bisa dibaca menurut Kastorius adalah tim oposisi ingin melakukan bargain politik-hukum dengan Polisi agar kasus Ratna yang menyeret nama-nama besar tersebut tidak dilanjutkan.

“Mengungkit kembali sebuah kasus yang sudah inkrah, dan lalu menudingkannya secara sembrono kepada Kapolri Jend Tito Karnavian, tak lebih dari sekadar bentuk pengalihan isu yang bertujuan untuk menekan Kapolri guna membuka ruang negosiasi yang tidak perlu,” ujarnya.

Sementara menyikapi kinerja Polri yang terlihat sangat cepat dalam upaya penuntasan kasus Ratna Sarumpaet menurutnya adalah, kasus berita hoax pemukulan dan kekerasan yang konon dialami oleh ibunda Atiqa Hasiholan tersebut sudah menjadi atensi skala nasional.

Betapa tidak, pasca kasus foto “babak belur” Ratna tersebut sudah mengganggu stabilitas nasional bahkan politik maupun sosial. Fitnah terhadap pemerintah dan aparat hukum sempat terjadi bahkan dilontarkan oleh para tokoh nasional baik Prabowo Subianto dan Fahri Hamzah.

“Persoalan hoaks Ratna Sarumpaet telah menjadi salah satu sumber gangguan ketertiban nasional khsusnya menjelang Pilpres 2019. Adalah hal lumrah bila Kepolisian memberikan prioritas perhatian atas kasus ini guna menghindari eskalasi dampak kasus yang bisa berbuntut pada konfliks horizontal di masyarakat,” tuturnya.

Kemudian menurut Kastorius, alasan pemanggilan Amien Rais sebagai subjek pertama yang dimintai keterangan pun sudah sangat beralasan, dimana menurutnya, Amien Rais adalah sosok tokoh bangsa yang mendapatkan informasi cerita fiktif tersebut dari Ratna Sarumpaet.

“Penentuan posisi Amin Rais sebagai saksi kunci dalam kasus hoaks Ratna ini juga merupakan hal yang biasa dalam hukum acara penyidikan Polri karena yang bersangkutan adalah salah satu pihak yang pertama mengetahui, bertemu dan berdiskusi dengan Ratna sebelum Ratna mengakui kebohongannya ke publik yang kemudian melahirkan kontroversi yang menggangu stabilitas politik kita,” paparnya.

Lebih lanjut, Kastorius juga menyayangkan sikap Amien Rais yang mengerahkan sejumlah massa dari elemen Persaudaraan Alumni 212 di Mapolda Metro Jaya hanya untuk berupaya menekan dan mengintervensi kinerja tim penyidii kepolisian. Baginya, cara tersebut sangat tidak etis untuk seseorang sekelas Amien Rais.

Amien Rais
Amien Rais saat akan diperiksa penyidik Polri di Mapolda Metro Jaya. [istimewa]

“Maka, pola pengerahan massa berikut desakan Amin Rais atas pencopotan Kapolri Tito Karnavian yang dikaitkan pada dugaan yang spekulatif disaat penyidik Polri melakukan tugas penyidikan sangat bermakna sebagai manuver picik upaya politisasi kasus hukum hoaks Ratna, serta intimidasi terbuka terhadap lembaga penegak hukum Kepolisian,” jelasnya.

Terakhir, ia pun mengharapkan agar Polri tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara tegas dan tidak mudah terprovokasi oleh tekanan massa demi menegakkan kebenaran.

“Masyarakat berharap agar Polri tetap teguh, tidak terbelah dan tidak terpancing oleh intimidasi politik bersifat eksternal seperti yang dilakukan oleh Amin Rais dan pengikutnya,” kata Kastorius.

“Masyarakat menginginkan agar penyidik Polri memiliki komitmen yang tinggi untuk melanjutkan proses penyidikan atas kasus hoaks Ratna ini dengan memanggil semua pihak terkait, sesuai prinsip-prinsip yang diatur dalam KUHAP, agar konstruksi kasus ini terang benderang ke masyarakat,” tutupnya.

(ibn)

Komentar

Jangan Lewatkan