Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Laporan Jaringan Aktivis Indonesia, atas dugaan penjebakan penjebakan pekerja seks komersial (PSK) oleh anggota DPR RI Andre Rosiade ditolak polisi.

Ketua DPP Jaringan Aktivis Indonesia Donny Manurung, beralasan bahwa kedatangannya ke Bareskrim hanya sekedar melakukan konsultasi terkait kasus tersebut.

“Hari ini baru konsulitasi baru diskusi tentang duduk perkara kasusnya, mungkin besok kami baru ke Propam untuk mengajukan surat penanganan kasus ini dalam proses penyidikannya,” kata Donny di Bareskrim, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Selain itu, Donny juga mengatakan bahwa mereka membiktian dengan alat bukti. “Kita masih disuruh pembuktian alat bukti seperti percakapan, video yang belum bawa sepenuhnya,” tambah Donny.

Donny juga disarankan, untuk mengawal kasus tersebut di Sumatera Barat. “Kita disarankan ke Sumbar untuk pengawalan kasus di sana, jangan sampai karena penangguhan penahanan kasus ini ditutup begitu saja,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Jaringan Aktivis Indonesia ingin melaporkan Andre Rosiade ke Bareskrim. Mereka menyangkakan Andre dengan pasal 56 KUHP, pasal 296 KUHP, pasal 310 KUHP dan pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Pihaknya berpandangan, PSK berinisial NN (26) merupakan korban dari buruknya kondisi politik yang mengakibatkan perekonomian Indonesia rusak sehingga tidak terciptanya lapangan pekerjaan.