Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menggelar jumpa pers di hari korupsi dunia, guna mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Untuk berani mengusut tuntas kasus korupsi PLTU Riau.

“KPK seperti mempunyai rasa takut untuk mengungkap lebih jauh keterlibatan Direktur Utama PT PLN (Persero) dan beberapa pejabat lainnya,” ujar Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, di Sekretariat PB SEMMI, Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Bintang menambahkan bahwa mereka sangat berharap KPK tidak perlu takut untuk segera menangkap dan mengusut skandal korupsi PLTU Riau yang melibatkan pejabat negara seperti Nicke Widyawati, Sofyan Basir dan sebagainya, rakyat bersama KPK dalamewujudkan Indonesia bersih, jujur dan sejahtera.

Kemudian ia juga mengatakan bahwa kedua pimpinan tertinggi perusahaan negara tersebut juga telah membawa malapetaka bagi BUMN pasalnya PT Pertamina dan PT PLN mengalami kerugian cukup parah di tahun 2018 serta membawa citra negatif terhadap perusahaan plat merah tersebut.

“Tidak etis Bu Nicke dan Pak Sofian masih menjabat sebagai pimpinan di BUMN, baiknya Pemerintah segera menyiapkan pengganti agar mereka bisa fokus menjalani dugaan korupsi yang melibatnya, dan KPK tidak kesulitan memanggil mereka sebagai saksi kasus korupsi PLTU Riau dengan alasan tugas atau apapun,” tutur Bintang.

Pada hari anti korupsi dunia PB SEMMI menyatakan akan menggelar aksi drmonstrasi didepan KPK RI sebagai upaya dukungan terhadap penyelesaian kasus PLTU Riau dengan menangkap dan mengadili para pejabat dan menegakan hukum diatas segalanya.

“Dalam waktu dekat kita akan gelar aksi kepada Tipikor dan KPK sebagai dukungan, kami juga akan membuat surat kepada Presiden RI dan DPR RI untuk segera mencari pengganti Dirut Pertamina dan Dirut PLN segera,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir disebut dalam dakwaan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, telah menerima Rp4,75 miliar dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo terkait proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1 dan Sejumlah rangkaian dugaan korupsi Proyek PLTU Riau-1 diketahui Dirut Pertamina Nicke Widyawati sewaktu menjabat sebagai salah satu direktur di PLN.

(rel)