Beranda Hukum Temukan Banyak Nopol Mobil Mewah Bodong, Komandan Geruduk Kantor Pusat Astra

Temukan Banyak Nopol Mobil Mewah Bodong, Komandan Geruduk Kantor Pusat Astra

WIB
316 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

JAKARTA, Redaksikota.com – Korps Mahasiswa dan Pemuda Nusantara (Komandan) menggeruduk gedung pusat PT Astra International Tbk di kawasan Sunter, Jakarta Barat, Kamis (8/11/2018). Aksi tersebut dilakukan terkait dengan dugaan penggunaan kendaraan mewah dengan nomor polisi bodong alias tidak terdaftar di Samsat oleh para pejabat perusahaan otomotif itu.

Komandan mensinyalir sejumlah kendaraan yang bodong, di antaranya berplat nomor B1189RFD (Toyota Fortuner – Hitam); B1187RFD (Toyota Voxy – Hitam; B1034RFD (BMW Hitam); B1997RFD (BMW Hitam); B1496RFD (Toyota Fortuner Hitam); B1569RFD (BMW Biru); B1125RFD (Toyota Alphard Hitam).

“Kendaran-kendaraan tersebut keluar masuk rutin di perkantoran Astra Sunter. Kendaraan-kendaraan mewah dengan nomor polisi yang tidak lazim digunakan oleh masyarakat sipil tersebut diduga digunakan para pejabat Astra,” ujar Koordinator Komandan, Badar saat aksi unjuk rasa. 

Badar mengakui telah melakukan pengecekan nomor-nomor tersebut di  sistem Samsat Online. Hasilnya tidak ada dalam database Samsat. Atas dasar tersebut dapat diduga kuat bahwa para pejabat ASTRA menggunakan kendaraan dengan nomor polisi bodong.

Penggunaan nomor polisi ini diduga telah melanggar Pasal  Pasal 68 UU No 22 Tahun 2009 pasal 1 yaitu “Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor“, junto Pasal 280 UU 22 tahun 2009 tentang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, yang berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu“. 

“Saya memantau bahwa sebelumnya pernah terjadi kendaraan yang dimiliki oleh perusahaan PT Serasi Autoraya (ASTRA) menggunakan nomor polisi lebih dari satu untuk menghindari ganjil-genap. Mobil yang terkena rasia itu adalah Toyota Fortuner, satu kendaraan dengan dengan tiga nomor B1734UJN, B1747UJN, B1392 RFW,” bebernya. 

Badar menyayangkan bahwa perusahaan Astra sebagai raksasa otomotif memberikan contoh yang tidak terpuji dengan menggunakan nomor kendaraan yang tidak teregister di Samsat/Polri sesuai Undang-Undang yang berlaku.

“Kami akan memberikan dukungan penuh kepada Polri untuk mengusut tuntas dugaan kasus nomor kendaraan yang tidak terdaftar ini dan membuka kepada publik agar dapat menjadi pelajaran hukum,” tandasnya. 

Badar kembali menekankan bakal segera mendatangi Samsat dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menyerahkan bukti-bukti yang dimiliki usai aksi unjuk rasa di Astra Sunter. 

Sementara saat coba dimintai keterangannya, pihak Astra pun masih belum memberikan penjelasan apapun kepada awak media bahkan hingga berita ini diturunkan.

(red)