ahmad marzuqi
Bupati Jepara, KH Ahmad Marzuqi. [twitter/jppJepara]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JEPARA, Redaksikota.com – Bupati Jepara, KH Ahmad Marzuqi pun bercerita tentang kasus yang membelitnya, yakni dugaan tindak pidana penyelewengan dana bantuan politik (Banpol) yang menyeretnya harus kembali berurusan dengan aparat penegak hukum.

Kepada wartawan, Bupati Marzuqi menceritakan bahwa kasus tersebut berawal dari laporan seseorang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah tentang adanya dugaan penyelewengan dana Banpol tahun 2011 hingga 2013 sebesar Rp79 juta.

Pelaporan tersebut dilakukan tahun 2016 menjelang dirinya maju sebagai Calon Bupati Jepara dari jalur petahana. Dan kebetulan saat pelaporan tersebut dilakukan, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jepara.

Dalam laporan tersebut, oleh Kejati Jawa Tengah, Marzuqi ditetapkan sebagai tersangka. Namun di tengah-tengahnya menyandang status hukum tersebut, ia yang saat itu didampingi Ketua DPRD Jepara Dian Kristiandi justru menang melawan (alm) Subroto yang saat itu berpasangan dengan Nur Yahman dalam Pilbup 2017.

Kemudian saat menjelang dirinya bersama Dian dilantik sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jepara, Kejati pun akhirnya mengeluarkan Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus yang menyeret Bupati Marzuqi tersebut.

Sayangnya kasus tersebut tak selesai sampai di situ saja, yakni SP3 Kejati Jawa Tengah dipraperadilankan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang dan upaya tersebut dikabulkan oleh majelis hakim. Sontak pasca itu status tersangka kembali tersandang di “bahu” sang Bupati.

Upaya Perlawanan

Pasca menyandang status tersangka lagi pasca SP3-nya dipraperadilankan, Marzuqi pun perlawanan dengan melakukan gugatan praperadilan di PN Semarang. Dan beruntung gugatan itu pun diterima oleh hakim PN Semarangbernama Lasito.

Pasca itulah ia menduga ada permainan lain yang sengaja dilakukan oleh pihak tertentu untuk menjatuhkan dirinya.

Maka dari itu, Bupati Marzuqi pun menduga kuat adanya kongkalikong dalam kasus yang mentersangkakan dirinya lagi dan melaporkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejak itulah, rumah dinas dan ruang kerjanya di Pendopo Kabupaten Jepara diobok-obok oleh tim penyidik dari lembaga antirasuah itu.

“Tapi kemenangan ini diduga ada (penyuapan) kemudian dilaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Marzuqi, Selasa (4/12/2018).

Dari upaya KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas dan kantornya, Bupati Marzuqi menyampaikan bahwa sejumlah tim penyidik mengamankan beberapa dokumen. Bahkan ia juga sempat ditanya soal perkenalannya dengan hakim Lasito.

KPK dikawal jajaran Kepolisian melakukan penggeledahan di ruang kerja Bupati Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara. [foto : Radio Idola]

“Saya ditanya apakah mengenal dan ada hubungan dengan hakim Lasito. Saya bertemu dengan hakim Lasito saja tidak pernah, kenal saja tidak,” tuturnya.

Selain itu, Bupati Marzuqi juga mengaku sudah beberapa kali dilakukan penjadwalan pemeriksaan oleh KPK. Namun karena ada persoalan lain sehingga ia terpaksa tidak memenuhi panggilan tersebut.

“Sebelumnya sudah dua kali saya dipanggil KPK, tapi saya percayakan semua sama orang karena pada panggilan yang pertama saya sakit, dan yang kedua ada kepentingan,” ujar Marzuqi.

Namun demikian, dalam pemanggilan ketiga nanti Marzuqi diminta KPK agar bersedia datang menjalani pemeriksaan secara kooperatif.

“Tadi saya dipesan petugas agar kooperatif,” sambungnya.

(red)