Sudaryo
Mantan Kasi Alsintan Dinas Pertanian Sragen, Sudaryo.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Kasus dugaan tindak pidana korupsi bermodus pungli bantuan hibah alat mesin pertanian (Alsintan) di Dinas Pertanian Sragen dari dana APBN dan APBD Provinsi tahun 2017, berpotensi bakal semakin panas.

Hal ini juga menyusul dengan penahanan dua tersangka yakni Kasie Alsintan Dinas Pertanian Sragen, Sudaryo (58) dan THL POPT Dinas Pertanian, Setyo Apri Surtitaningsih (45) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari), kini muncul isyarat kasus megapungli bernilai miliaran rupiah itu bakal berlanjut ke jilid 2.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, selesai menaikkan berkas dua tersangka itu, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan. Hal itu terkait sejumlah indikasi bahwa modus pungli terhadap penerima bantuan alat mesin pertanian, dilakukan secara massif ke hampir semua penerima.

Bahkan, sebagian alat mesin yang harusnya diberikan ke kelompok tani dan gratis, juga diselewengkan dengan dialihkan ke perorangan asalkan mau membayar “uang terima kasih”.

Data yang dihimpun dari penyidik di awal penyelidikan mencatat aliran bantuan alat mesin pertanian yang digelontorkan ke Sragen mencapai 1.700 unit sejak 2014 hingga 2018. Dengan tarikan pungli antara Rp 5 juta hingga Rp 50 juta per mesin, diperkirakan total pungli yang terkumpul mencapai angka Rp 20-22 miliar.

Berpijak dari data itu, kemudian terkuak informasi bahwa modus tarikan pungli itu tidak hanya dilakukan oleh oknum di Dinas Pertanian di atas. Akan tetapi praktik itu juga disinyalir dilakukan pada bantuan yang disalurkan lewat aspirasi anggota Komisi IV DPR RI dari partai besar pemenang Pemilu di Sragen, berinisial AW.

Bahkan, kabar terakhir, penyidik disebut sudah mulai menelisik aliran setoran yang bermuara ke oknum pengurus parpol besar pemenang Pemilu. Termasuk kabar adanya bukti transfer pencucian uang ke rekening pengurus salah satu parpol besar pemenang pemilu di Sragen dari setoran tarikan pungli.

Sinyal itu juga tersirat dari pernyataan Polres Sragen yang masih akan mengembangkan penyelidikan kasus tersebut. Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Harno mengatakan setelah melimpahkan dua tersangka, pihaknya masih akan melakukan pengembangan penyelidikan.

“Kita akan lakukan penyelidikan. Apakah berkembang ke kasus lain, sementara saya belum bisa berkomentar,” paparnya kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).

Perihal bukti transfer setoran ke salah satu pengurus parpol besar pemenang pemilu yang disebut terkait aliran pungli Alsintan, AKP Harno juga menyebut sementara masih dilakukan pengembangan penyelidikan.