oleh

PA212 Harap Koalisi Keummatan Terbentuk Sebelum Ijtima Ulama Digelar

Redaksikota.com – Usai sowan ke kediaman Habib Muhammad Rizieq bin Shihab di Makkah, Persaudaraan Alumni 212 akhirnya mendapatkan pencerahan yang efektif untuk menyikapi Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, dari hasil Rakornas PA212 di Cibubur beberapa waktu lalu, Habib Rizieq menyatakan tidak akan ikut dalam bursa Pilpres 2019, namun ia akan mendukung seseorang dengan catatan sosok tersebut sudah lolos uji kelayakan melalui majelis Ijtima Ulama.

“Inti pembicaraannya Habib Rizieq adalah menekankan agar Gerindra dan PAN untuk segera percepat deklarasi koalisi keummatan agar suara ummat tetap dapat disatukan,” kata Ketum DPP PA212, Ustadz Slamet Maarif saat jelaskan hasil pertemuan pihaknya dengan Habib Rizieq dal konferensi pers yang digelar di kantornya di bilangan Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018).

Kemudian Slamet Maarif juga mengatakan bahwa dalam Ijtima Ulama nanti, Habib Rizieq berpesan agar seluruh nama Capres dan Cawapres yang telah disebut dalam rakornas tersebut agar diberikan mimbar masing-masing untuk saling unjuk kualitas, sehingga dalam Ijtima Ulama dapat ditentukan siapa yang tepat diusung sebagai Capres dan Cawapres 2019 dari Koalisi Keummatan itu.

“Beliau sarankan usai deklarasi terbuka koalisi keummatan, 5 nama (Capres) tersebut bisa paparkan visi dan misinya, seperti apa langkah-langkahnya sebagai capres, sehingga mereka punya bobot hak dan kesempatan yang sama untuk sampaikan visi dan misi di depan para ulama di ijtima ulama di bulan Juli nanti,” terangnya.

Kemudian, Slamet Maarif juga menegaskan bahwa Habib Rizieq hanya akan merestui nama Capres dan Cawapres di Pilpres 2019 nanti, dengan dua catatan penting.

“HRS akan dukung satu dari 5 Capres dan 9 Cawapres setelah; pertama terbentuknya koalusi keummatan terlebih dahulu. Kedua adalah harus berdasarkan hasil ijtima ulama,” tegasnya.

Jika satu apalagi dua dari syarat yang diminta tidak terpenuhi, Slamet Maarif tegaskan Habib Rizieq tidak akan ikut campur dalam urusan Pilpres 2019 mendatang.

“Kalau koalisi itu bubar dan ijtima tidak terlaksana, maka HRS akan cabut dukungan dan tarik badan dari urusan pencapresan,” tegas Slamet lagi.

Terakhir, Slamet Maarif menyatakan bahwa baru dua partai yang dinilai siap bangun Koalisi Keummatan, yakni Gerindra dan PAN. Hal ini mengingat masing-masing tokoh besar dua partai tersebut juga ikut hadir dalam silaturrahmi antara PA212 dengan Habib Rizieq di Makkah beberapa hari yang lalu itu.

Sementara terkait dengan kabar jika dalam pertemuan Prabowo Subianto, Amien Rais dan Habib Rizieq di Makkah, imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut telah menyatakan dukungan kepada seseorang, Slamet Maarif menegaskan bahwa kabar semacam itu tidak benar adanya. Ia menegaskan lagi bahwa HRS hanya mendukung Capres dan Cawapres yang diusung Koalisi Keummatan dengan syarat berdasarkan hasil Ijtima Ulama.

Lebih lanjut, Slamet juga mengatakan jika Koalisi Keummatan tersebut akan terus diupayakan, dan dalam waktu dekat dirinya secara langsung akan konsolidasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ditekankan Slamet pula bahwa Koalisi Keummatan ini akan terbuka untuk siapapun partai yang ingin bergabung.

“Jadi ada kabar HRS dukung salah satu calon, itu tidak benar. Koalisi keummatan itu juga buka pintu untuk partai-partai lain, tidak menutup diri kalau ada partai-partai lain yang dibangun oleh Gerindra, PKS, dan PAN,” tutupnya. (ibn)

Komentar