Beranda Headline Jatim Juara Korupsi, Mahasiswa ‘Duduki’ Kantor DPRD Jatim

Jatim Juara Korupsi, Mahasiswa ‘Duduki’ Kantor DPRD Jatim

599 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SURABAYA, Redaksikota.com – Badai kasus korupsi di Jawa Timur semakin tidak terbendung. Perbuatan tercela dan merugikan rakyat secara berjamaah tersebut satu-persatu terungkap. Terbukti, badai korupsi berjamaah yang menerjang DPRD Kota Malang menyeret 41 dari total 45 anggotanya. Mereka kini berstatus tersangka, terdakwa dan terpidana.

Kemarin, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jawa Timur ‘menduduki’ Kantor DPRD Jatim. Ada 9 tuntutan yang digulirkan. Salah satunya, mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perpu tentang larangan mantan narapidana koruptor mencalonkan diri sebagai wakil rakyat.

Mereka juga menuntut DPD, DPR, dan DPRD Provinsi atau Kabupaten/Kota untuk tidak berperilaku Korup. Serta mendesak pemerintah fokus merevolusi mental dan moralitas rakyat Indonesia dengan pemerintah sebagai teladannya.

“Jangan sampai wakil rakyat melakukan korupsi berjamaah. Kami prihatin dengan kondisi sekarang ini, amanah yang diberikan rakyat kok disia-siakan. Jangan jadikan Jawa Timur Juara Korupsi,” kata Koordinator Aksi, Abdi Pradana disela orasinya. Senin (24/9/2018)

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengungkapkan bahwa selama kurun waktu 2010 merupakan kasus dengan nominal kerugian negara tertinggi kedua di Provinsi Jawa Timur. “Untuk DPRD Jatim, jangan sampai kasus di Malang terjadi di sini. NKRI dalam keadaan darurat. Kita jangan pernah takut menyuarakan ini,” terangnya.

Dalam aksi ini, masa ditemui oleh Anggota DPRD Jatim yakni Hartoyo dan Suli Daim dari Komisi E serta Nur Sucipto dari Komisi B DPRD Jatim. Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan pihak keamanan. Pasalnya, mahasiswa sebelumnya tidak diperkenankan memasuki pelataran DPRD Jatim. Akhirnya, masa pun membakar ban yang telah dipersiapkan.

Fajar, salah satu mahasiswa juga menyampaikan hal yang sama. Ia bakal mengerahkan masa lebih besar jika tuntutannya tidak kunjung direspon. “Kami akan datangkan masa lebih banyak kalau DPRD Jatim tidak merespon 9 tuntutan kami,” tegasnya.

Sementara, Suli Daim Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim mengatakan, akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pusat terkait calon anggota dewan tidak mantan korupsi. “Kami akan tindak lanjuti di pusat. Calon anggota dewan itu tidak mantan anggota korupsi. Kalau bicara aturan kita sama-sama tahu,” katanya.

Di Jatim, kata Suli, masing-masing partai tidak ada mantan korupsi. Meski demikian, pihaknya akan mengawal semua tuntutan mahasiswa. “Kami pastikan di DPRD Jatim dari masing-masing partai tidak ada mantan korupsi. Dan itu sudah dilaksanakan. Kami akan kawal untuk ditindaklanjuti ke pusat,” yakin Suli.

9 Tuntutan aliansi Mahasiswa Jawa Timur antara lain :

– Mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perpu tentang larangan mantan narapidana kornptor mencalonkan diri sebagai waldl rakyat di negeri ini.

– Menuntut Pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar salah satunya dengan mengurangi impor dan meningkatkan ekspor.

– Menuntut DPD, DPR dan DPRD provinsi atau kabupaten/kota untuk tidak berperilaku korup.

– Mendesak Pemerintah fokus merevolusi mental dan moralitas rakyat Indonesia dengan Pemerintah sebagai teladannya.

– Presiden harus menjamin terciptanya rasa aman bagi seluruh warga negara Indonesia dengan melakukan tindakan preventif terhadap paham paham yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

– Pemerintah hams segera mewujudkan reforma agraria di Indonesia.

– Menmgkatkan kualitas serta pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

– Pemerintah harus berkomitmen politik luar negeri bebas aktif dengan menjaga independensinya di tengah persaingan perekonomian dunia.

– Mengecam dengan keras segala tindakan persekusi atas mama apapun di atas bumi pertiwi.