Buruh Dukung LBH Jakarta
Elemen buruh dari KSPI, KASBI, KPBI, GSBI, dan KSPSI menggelar konferensi pers dukungan terhadap YLBHI/LBH Jakarta di gedung LBH Jakarta, Minggu (24/9/2017). [foto : Redaksikota.com]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Rudi HB Daman menilai jika gerakan buruh sudah biasa diberikan stigma sebagai Komunis atau Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Bagi buruh, kalo berjuang itu ya sering disebut PKI,” kata Rudi dalam kegiatan konferensi pers buruh di LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).

Bahkan pasca penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat dan ormas kepada kantor LBH Jakarta pada hari Senin (18/9/2017) dini hari kemarin, Rudi menyatakan seluruh elemen buruh di Indonesia menyatakan kutukan kerasnya.

Bahkan atas nama solidaritas sebagai sesama elemen pro demokrasi, Rudi menegaskan bahwa seluruh elemen Konfederasi dan Federasi buruh siap untuk menerjunkan anggotanya, jika diinginkan oleh LBH Jakarta membantu ikut mengamankan kantor YLBHI tersebut.

“Jika memang LBH Jakarta butuh pengamanan kantor, saya kira kita siap kirimkan anggota-anggota kami untuk mengamankan kantor ini sampai kondusif lagi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos menyampaikan bahwa perbedaan pandangan dan pendapat merupakan sesuatu hal yang lumrah di negara demokrasi seperti Indonesia. Namun ia memberikan catatan, perbedaan tersebut tidak boleh justru disikapi dengan kekerasan maupun intimidasi.

“Boleh saja kita terjadi perbedaan, tapi tidak boleh melakukan kekerasan. Kita berada di negara hukum, teror dan kekerasan tidak boleh terjadi baik bagi minoritas dan lain-lain,” kata Nining di agenda yang sama.

Bahkan demi solidaritas pula, Nining menyerukan kepada seluruh elemen buruh khususnya anggota KASBI di seluruh Indonesia untuk mendukung LBH Jakarta, sebagai lembaga representasi pendampingan hukum bagi kaum buruh dan rakyat kecil.

“Kami mengajak seluruh KASBI, serikat buruh, pekerja dan masyarakat untuk mendukung perjuangan YLBHI, karena KASBI yang sering mendapatkan pendampingan dari LBH Jakarta,” tukasnya.

Kemudian Nining juga menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi dan negara hukum tidak boleh ada teror dan kekerasan maupun intimidasi kepada masyarakat lain. Dan terkait dengan kerusuhan yang terjadi di LBH Jakarta pada Senin dini hari pekan lalu, Nining menyerukan kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut dalang dan orang yang bertanggung jawab dalam peristiwa itu.

“Tidak boleh ada lagi teror-teror rakyat. Usut tuntas dalang dan pelaku yang bertanggungjawab,” desaknya.

Lebih lanjut, Nining juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi cerdas dan bijak dalam menangkap seluruh informasi yang tersebar di sosial media. Sehingga potensi perpecahan dan emosi buta bisa semakin terminimalisir.

“Masyarakat harus cerdas menangkap berbagai informasi yang ada di sosial media. Kita dalam satu kesatuan bangsa, maka kita harus bisa menjaga bhinneka tunggal ika kita,” pungkas Nining.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqso mengaku bahwa pihaknya sangat terharu dengan dukungan moril yang diberikan oleh elemen buruh tersebut.

“Kami LBH Jakarta sangat terharu, teman-teman buruh kemarin kontak saya dan menyatakan dukungan. Bahkan buruh menawarkan anggotanya 100 sampai 200 orang untuk berjaga di LBH Jakarta. Ini dukungan yang nyata dan konkret kepada kami,” ujar Alghiffari.

Bahkan Alghiffari pun menyatakan jika gedung YLBHI bukan hanya milik YLBHI maupun LBH Jakarta saja, melainkan gedung milik seluruh elemen bangsa Indonesia.

“Ini rumahnya buruh, aktivis, masyarakat dan kelompok-kelompok pro demokrasi,” tukasnya.