Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Warga RT 006/ RW 011 perumahan elit Villa Cibubur Indah, Ciracas, Jakarta Timur, membuat petisi untuk mendesak pemerintah setempat memberhentikan Ketua RT mereka yang baru menjabat dua bulan, karena diduga menyalahgunakan kekuasaan dan membuat kebijakan-kebijakan yang semena-mena.

Petisi yang ditandatangani oleh puluhan kepala keluarga (KK) di RT 006/ RW 011 Perumahan Villa Cibubur Indah ini, telah dikirim ke kelurahan untuk ditindaklanjuti.

“Kami warga RT 006/011 Villa Cibubur Indah menghendaki agar supaya Ketua RT 006/011 Kelurahan Cibubur periode 2018-2021 diberhentikan dari jabatannya dan untuk kemudian dapat ditunjuk pelaksana yang baru sesuai hasil kesepakatan warga,” kata warga dalam salinan petisi yang diterima wartawan, Jumat (24/8/2018).

“Karena kita sebagai warga, merasa banyak yang tidak benar, yang dijalankan pengurus RT yang baru, yang membuat kita resah, tidak nyaman dan tidak mendukung kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pak RT,” tandas mereka.

Berikut dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan kebijakan semena-mena Ketua RT 006/ RW 011 perumahan Villa Cibubur Indah dalam petisi yang dilayangkan warga:

1. Meminta pungutan ke beberapa warga secara tidak sah karena dalam undang-undang tidak boleh meminta pungutan apapun. “Telah terjadi pungutan di RT 006 RW 011 yang dilakukan oleh Ketua RT terhadap Ibu Elisabeth sebesar Rp 5 juta tanpa aturan yang jelas, dasar hukum dan tidak ada unsur sukarela dari warga bersangkutan. Mohon dapat ditindak lanjuti berdasarkan peraturan yang berlaku,” bunyi penjelasan warga dalam petisi.

2. Mengintimidasi warga, meminta pungutan dengan cara membawa preman.

3. Mempersulit dan meminta biaya atas pengurusan surat-surat yang diperlukan warga, sekaligus mempersulit yang kerja dari pemeritah seperti tim oranye yang membantu membersihkan lingkungan kita sendiri.

4. Upaya menaikkan iuran berdasarkan jumlah KK tanpa persetujuan warga.

5. Upaya meminta uang parkir, sebagai bentuk pemungutan yang ilegal.

6. Upaya untuk meminta iuran ke warga, untuk kendaraan yang keluar masuk di komplek kita.

7. Meminta warga bayar untuk pemakaian kolam renang di komplek sendiri.

8. Meng-PHK karyawan RT secara sepihak dan tanpa alasan yang bisa diterima.

9.Tidak memberikan BPJS kesehatan dan THR untuk karyawan, dan juga pesangon bagi karyawan yang dipecat.

10. Kurang transparansi laporan keuangan karena uang keluar-uang masuk hanya ke rekening beliau sendiri, tanpa laporan yang jelas soal rekening tersebut, dan lain-lain.

“Masih banyak keluhan dari warga yang mungkin sudah tidak tercantum di sini. Sekarang saatnya kita formalkan proses memutuskan  pemberhentian Bapak RT ini,” demikian disampaikan warga RT 006/ RW 011 perumahan Villa Cibubur Indah.

 

“Sebagai seorang perempuan tentunya saya merasa takut,dan terintimidasi oleh RT, Selain itu menurut saya pengurus RT lama sangat berbeda seperti langit dan bumi. Dulu kita tidak pernah diminta uang yang tidak jelas atau intimidasi.kenapa saya harus di ganggu2 dan di intimidasi?saya berusaha mencari nafkah di republik yg mana kakek saya bertaruh nyawa utk ikut memedekakan republik ini.Saya punya hak utk berusaha dan mencari penghiduapn yg lauak di repunlik ini kok….Karena itu saya Setuju ikut warga lain mendesak memberhentikan RT  yang baru menjabat tiga bulan ini . Menurut saya RT baru ini  tidak melayani warga dengan baik. Contohnya semena-mena mem PHK karyawan seperti Satpam dan  petugas kebersihan,” tutur Eliz.