Beranda Headline Hendropriyono Minta Masyarakat Indonesia Tak Sebar Foto dan Video Aksi Terorisme

Hendropriyono Minta Masyarakat Indonesia Tak Sebar Foto dan Video Aksi Terorisme

293 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Guru Besar Intelijen, AM Hendropriyono menilai bahwa aksi terorisme sejatinya membutuhkan eksistensi sehingga apa yang dilakukannya dapat diketahui oleh masyarakat luas. Maka dari itu trend aksi terorisme adalah melalukan publikasi terhadap berbagai aksinya.

Melihat trend dan tujuannya itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut mengingatkan agar masyarakat dunia khususnya warga Indonesia agar tidak menyebut-nyebut aksi mereka, apalagi sampai memviralkan foto maupun video aksi serangan yang dilakukan oleh para pelaku teror itu.

“Jangan pernah sebut nama teroris atau pelaku teror. Jangan pernah meneruskan video tentang terorisme, karena publikasi justru merupakan tujuan mereka,” kata Hendropriyono dalam akun twitternya @edo751945, Kamis (21/3/2019).

Perlu diketahui bahwa aksi serangan terorisme yang terjadi di Christcurch, Selandia Baru beberapa waktu yang lalu di Masjid Al Noor menggegerkan jagad. Betapa tidak, aksi brutal yang dilakukan oleh seorang pria tersebut dengan cara menyiarkannya langsung melalui siaran live dan dapat ditonton oleh seluruh masyarakat dunia.

Tujuan utama dari aksinya itu diduga adalah ingin menunjukkan eksistensinya bahwa dirinya telah melakukana aksi keji itu tanpa ampun. Maka dari itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengungkap identitas asli dari pelaku teror tersebut.

“Dia (pelaku-red) mendapat banyak hal dari aksi terornya, kecuali satu hal yakni kemasyhuran. Itulah mengapa Anda tidak akan pernah mendengar saya menyebut namanya,” tegas PM Ardern dalam pernyataan emosional saat rapat khusus parlemen Selandia Baru, seperti dilansir AFP, Selasa (19/3).

Justru Ardern meminta masyarakat dunia lebih memilih untuk menyebut nama-nama korban yang tewas dan luka-luka bukan justru menyebut pria brutal yang berdarah dingin itu sehingga justru popularitasnya meningkat.

“Saya memohon kepada Anda, ucapkan nama-nama korban yang kehilangan nyawa, bukannya nama pria yang merenggut nyawa mereka,” tutur PM Ardern dalam rapat yang digelar di Wellington, empat hari usai teror di dua masjid Christchurch menewaskan 50 orang.