Beranda Headline Dianggap Murtad dari Gerakan, PA212 Ogah Anggap Kapitra Lagi

Dianggap Murtad dari Gerakan, PA212 Ogah Anggap Kapitra Lagi

WIB
375 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Kapitra Ampera
Kapitra Ampera. [Foto : Redaksikota.com]

Redaksikota.com – Heboh kabar bahwa Kapitra Ampera bakal mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari PDI Perjuangan, Persaudaraan Alumni 212 (PA212) pun berang.

Hal ini tersurat dari statemen Ketua Umum DPP PA212, Ustadz Slamet Maarif yang menyatakan tidak akan pernah memberikan dukungan dalam bentuk apapun kepada siapapun yang menyatakan diri merapat ke partai musuh mereka yakni PDI Perjuangan sekalipun sosok tersebut juga bagian penting dari perjuangan bersana Habib Muhammad Rizieq bin Shihab (HRS).

“Sikap kami sudah jelas PA 212 di bawah komando HRS tidak pernah akan mendukung siapapun yang diusung oleh kelompok penista agama, apalagi PDIP. Intruksi HRS jelas gulingkan, tenggelamkan,” kata Ustadz Slamet Maarif dalam keterangannya di group Whatsapp Media PA212 dikutip, Rabu (18/7/2018).

Ia menilai bahwa sikap Kapitra yang menentukan ruang geraknya menuju kursi legislatif melalui kendaraan politik PDI Perjuangan itu pun merupakan bentuk dari pembangkangan terhadap sikap PA212 dan HRS.

“Kini semakin jelas mana yang taat dan mana yang khianat,” tegasnya.

Ruang Kapitra Ampera sudah tak diperhitungkan lagi

Diketahui, Kapitra adalah sosok yang sangat kental dengan HRS dimana posisinya adalah sebagai salah satu kuasa hukum imam besar PA212 itu. Namun karena sikap politiknya itu, kini Kapitra pun sudah tidak dianggap lagi.

“Tim yang ngurus kasus HRS itu BHF, Kapitra hanya bagian dari tim. Dan IB FPI HRS saya bisa pastikan tidak akan menggunakan jasa pengacara atau advokat dari Partai Pendukung Penista Agama, apalagi dari kalangan Banteng,” tegasnya.

Kapitra nyaleg dari PDIP?

Pengacara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dan Habib Muhammad Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, maju sebagai calon anggota DPR dari PDIP. Kapitra maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat.

Hal ini dibenarkan Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto. Nama Kapitra sudah didaftarkan PDIP ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), bersama dengan 574 caleg PDIP lainnya.

“Iya, sebagaimana kami nyatakan, dialog kami dengan masyarakat Sumatera Barat, itu betul-betul memang menghendaki adanya jembatan penghubung dengan PDIP, sehingga yang bersangkutan dicalonkan oleh PDIP dari Dapil Sumbar,” kata Hasto seusai mendaftarkan caleg PDIP ke KPU, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Saat ditanya soal sikap Kapitra Ampera dan Rizieq Shihab yang selama ini kerap bertentangan dengan pemerintahan Jokowi, Hasto hanya menjawab diplomatis. Ia mengatakan, PDIP membuka kesempatan bagi seluruh kelompok masyarakat. (red)