Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelesaikan pengusutan korupsi di tubuh perusahan listrik negara, termasuk kasus besar pembangunan pembangkit 35000 MW di Riau dan Bali.

Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi Riano Oscha mencium masih adanya dugaan korupsi lain yang kini menyelimuti badan listrik negara tersebut. Dugaan itu menguat setelah LRJ melakukan analisa terhadap kasus Riau I dengan tersangka ES, JK dan IM.

“Salah satu aktor yang harus segera ditetapkan tersangka adalah Sofyan Bashir. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatanya di depan hukum,” kata Riano di Jakarta Pusat, Senin, 15 Oktober 2018.

Menurut Riano, Sofyan terlibat dalam kasus korupsi listrik kareana menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN Persero yang mengeluarkan kebijakan. Ia juga pernah mengikuti pertemuan di kediaman Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto persis seperti keterangan tersangka Eni Saragih.

“KPK harus berani menelusuri dugaan korupsi ini agar pembangunan pembangkit PLN berjalan effisien dan efektif serta berbiaya rendah, murah dan menguntungka baik PLN maupun masyarakat,” katanya.

Riano menambahkan, korupsi listrik benar-benar harus dituntaskan karena berlangsung sejak lama. Korupsi ini juga berjalan masif dan sistemik di seluruh unit pembangkit yang dilaksanalan PLN.

“Sesuai dengan UU no 31 dan PP 71 tahun 2000 yang menyatakan korupsi adalah tanggung jawab seluruh masyarakat dan KPK berada diujung tombak, maka kami ingin korupsi PLN segera dituntaskan,” tandasnya.