Beranda Headline Demokrat Sebut Prabowo Jenderal Kardus

Demokrat Sebut Prabowo Jenderal Kardus

WIB
191 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Prabowo Subianto
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Redaksikota.com – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Andi Arief tampak meluapkan kegeramannya dengan posisi Prabowo Subianto yang tidak kunjung menyatakan sikap kesediaanya bermitra dengan Partai Demokrat untuk memajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019 nanti.

Bahkan ia melakukan serangan begitu keras di ranah sosial media terhadap Calon Presiden unggulan kelompok oposisi itu, dan sampai menyebut dengan istolah Jenderal Kardus.

Cuitan itu mulai diutarakan Andi Arief dengan memberikan sinyal bahwa tidak ditemukan deal-deal politik antara Demokrat dengan Gerindra. Ia mengatakan jika ada sosok politikus yang tidak memiliki pendirian akan mudah terpontang-panting dengan sikap partai koalisi.

“Capres yang takut karena ancaman partai tertentu lalu takluk, pasti kalau teriak anti asing cuma hiasan dibibir,” kata Andi Arief di akun twitternya, @AndiArief_, Rabu (8/8/2018).

Kemudian kicauan selanjutnya Andi Arief arahkan serangannya kepada beberapa partai yang memanfaatkan “Kemelaratan” Prabowo Subianto untuk menyetir mantan Danjen Kopassus itu.

“Operasi pertama adalah Jokowi Calon tunggal. Jika tidak berhasil maka operasi aelanjutnya menunjuk wakil Prabowo yang lemah dengan memanfaatkan kesulitan logistik Prabowo. Kalau sepakbola namanya pengaturan skor,” lanjut Andi Arief.

Selanjutnya masih mencoba melakukan tamparan keras kepada Prabowo, Andi Arief yang terkenal sangat frontal di sosial media itu menyebut bahwa Prabowo sebenarnya tidak memiliki nyali yang kuat.

“Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken,” lanjutnya.

Tidak lagi melakukan tamparan, kicauan selanjutnya semakin menunjukkan sikap Andi Arief yang memukul telak citra Prabowo Subianto. Dalam dua kicauannya, Andi menyebut Prabowo kalah pengaruh dengan uang dari Sandiaga Salahuddin Uno.

“Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus,” kicau @AndiArief_ itu dan dilanjutkan,

“Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS,” tambahnya.

Sebagai penutup, Andi Arief menyebutkan bahwa komunikasi politik Gerindra dan Demokrat dalam menentukan sikap politik sebagai calon koalisi di Pilpres 2019 telah usai.

“Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami,” tutup Andi.