oleh

Prabowo Ngotot Cawapreskan AHY, PKS Keluar

JAKARTA, Redaksikota.com – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menegaskan bahwa jika ingin partainya tetap berada di barisan Gerindra, maka Prabowo Subianto harus mengikuti seruan Ijtima Ulama dan tidak menggandeng nama Cawapres di luar rekomendasi para ulama 212 itu.

“Kalau begitu pak prabowo tidak mengikuti hasil ijtima ulama (kalau gandeng AHY). Keputusan ijtima ulama adalah pilih pak Salim atau Ustadz Abdul Somad,” kata Mardani kepada wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Ia menegaskan bahwa sikap politik PKS adalah mengikuti hasil Ijtima Ulama yang mengusung kadernya yakni Salim Segaf Aljufri sebagai Cawapres. Jika keinginan Ijtima Ulama itu tidak diakomodir Prabowo, maka dipastikan pihaknya tidak akan mendukung Prabowo Presiden di Pilpres 2019.

“PKS ikut ijtima ulama. (Soal keluar dr koalisi prabowo) nanti biar pak Iman yang ngomong,” tegasnya.

Mardani nilai poros ketiga potensial

Selain itu, pencetus Gerakan Nasional #2019GantiPresiden itu mengatakan sejauh ini ada banyak nama yang masuk dalam bursa Capres-Cawapres. Namun kian mendekati akhir masa pendaftaran, nama-nama tersebut terus mengerucut.

“Kalau melihat figur pak Jokowi dan Prabowo ada di ring 1. Figur lainnya ada Anies Baswedan, UAS dan Salim Segaf Aljufri. Dan kita juga tidak mengenyampingkan pak Gatot, juga ada Aher dan AHY,” tutur Mardani.

Sayangnya ada potensi besar akan bisa menjadi 3 koalisi ketika ada partai-partai yang tidak terakomodir oleh masing-masing kubu.

“Kalau udah kerucut pasangan, nama-nama punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Prediksi saya bisa 3 pasangan. Karena Pileg dan Pilpres timbulkan total effect karena banyak parpol tidak terakomodir sehingga bikin blok baru yang tidak terpikirkan. Ada keputusan-keputusan fundamental di 2-3 hari terakhir,” imbuhnya.

(ibn)

Komentar

Jangan Lewatkan