Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Konflik yang terjadi di wilayah Rakhine, Myanmar, semakin memanas. Sebanyak 2.625 rumah telah dibakar di wilayah desa mayoritas Rohingya, di barat laut Myanmar, pada pekan lalu.

Bahkan berdasarkan data resmi yang diakui militer dan pemerintah Myanmar menyatakan, telah ada 399 orang yang tewas dalam seminggu ini. Mereka adalah 370 gerilyawan Rohingya, 13 aparat keamanan, dua pejabat pemerintah dan 14 warga sipil.

Selain itu, PBB menyatakan, sekitar 38.000 warga etnis Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh dari Myanmar untuk menghindari operasi militer.

Tragedi yang terjadi di Myanmar ini mengundang reaksi aktivis dari penjuru dunia, termasuk juga dari kalangan aktivis Mahasiswa.

Presiden Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Riyan Hidayat manyatakan, bahwa pihaknya sangat mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Bahkan menyikapi sikap protesnya itu, ia mengatakan akan melakukan aksi bersama di depan kantor Kedubes Myanmar.

“Ini jelas tragedi kemanusiaan yang harus segera diselesaikan. Sebagai aktivis mahasiswa kita wajib bergerak mendorong konflik ini diselesaikan. Bagi saya mendiamkan tragedi kemanusiaan adalah sejarah gagal gerakan mahasiswa. InsyaAllah senin ini kita akan menggelar aksi di depan Kantor Kedubes Myanmar,” kata Riyan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/9/2017).

Di tempat lain, Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten, Syamsul Hidayat, mengecam dan menuntut Pemerintah Indonesia mengambil langkah kongkrit untuk ikut menyelesaikan masalah kemanusiaan ini.

“Kita mengecam dan menuntut Pemerintah Indonesia mengambil langkah kongkrit untuk ikut menyelesaikan konflik yang terjadi di Myanmar. Jangan hanya mengecam. Kita minta Kedutaan Besar Myanmar untuk Indonesia diusir dari Indonesia,” pungkasnya.

Dikabarkan sebelumnya bahwa sejumlah aktivis pemuda/mahasiswa dan BEM Sejabodetabek akan menggelar aksi di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar pada Senin, 4 September 2017.