Beranda Headline Libur Imlek, Pengamat Penerbangan: Tidak ada Toleransi Kesalahan Maskapai

Libur Imlek, Pengamat Penerbangan: Tidak ada Toleransi Kesalahan Maskapai

126 views
penerbangan
*istimewa
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Hadapi lonjakan penumpang saat libur Imlek 2017, sejumlah maskapai penerbangan dipastikan akan menambah penerbangan mereka (extra flight) untuk sejumlah rute tujuan. Untuk itu, pihak maskapai pun diminta untuk lebih siap dalam hal pelayanan dan bisa meminimalisir penyimpangan dan pelanggaran sekecil apapun.

Hal itu disampaikan oleh pengamat penerbangan Alvin Lie kepada wartawan dalam pesan instannya di Jakarta, Jumat (27/01/2017). Ia mengatakan, demi memberikan kenyamanan bagi penumpang, maka diharapkan tidak ada lagi kesalahan yang terjadi baik kecil maupun besar.

“Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan maupun pelanggaran sekecil apapun. Pemeliharaan pesawat, kelaikan awak pesawat, harus sepenuhnya mematuhi persyaratan. Semua harus fully comply,” kata Alvin.

Lebih lanjut, Alvin pun menekankan kepada pihak maskapai dalam hal pengawasan terhadap kelaikan pesawat serta crew, berjalan sepanjang tahun. Terlebih dalam hal Ramp Check terhadap pesawat serta ketegasan dari pihak Dirjen Perhubungan Udara (DJPU).

“Penekanan pada disiplin masing-masing maskapai dan juga ketegasan para Inspektur DKUPPU DitJen Perhubungan Udara.Ramp Check hanya salah 1 cara pengawasan,” cetusnya.

Ditambahkannya, pihak maskapai harus lebih cermat dalam menentukan rute yang akan mengalami lonjakan penumpang tersebut.

“Airlines (Maskapai) harus sudah perkirakan rute mana saja yang akan alami lonjakan penumpang secara signifikan dan harus segera ajukan jadwal penerbangan tambahan (extra flight),” ungkap Alvin kepada wartawan.

Alvin juga mengungkapkan, rute tradisional yang biasanya alami peningkatan signifikan traffic liburan tahun baru Imlek adalah Medan, Bangka dan Belitung, Pontianak, Semarang, Solo dan Surabaya.

“Di bandara, airlines juga harus menambah jumlah counter dan petugas untuk pastikan kelancaran proses check in serta bagasi,” tegasnya.

“Namun lonjakan jumlah penumpang saat Tahun Baru Imlek tidak seberapa jika dibanding liburan Idul Fitri dan Natal atau Tahun Baru,” tandasnya.

Untuk diketahui, seperti yang dilansir di website Kementerian Perhubungan, program ramp check adalah bagian dari fungsi pengawasan (surveillance) dan merupakan tugas dari Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara, sebagaimana tertuang dalam regulasi keselamatan penerbangan sipil (Civil Aviation Safety Regulation atau CASR) sekaligus merupakan persyaratan organisasi penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation Organization atau ICAO) yang tertuang dalam Annex 6 dan 8.

Dalam proses ramp check, Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melakukan pemeriksaan kelaikan pesawat, fisik pesawat (meliputi mesin, roda, sayap, kabin, kelengkapan emergensi dan lain-lain), prosedur dan manual pesawat, dokumen-dokumen pesawat, personil operasi (meliputi lisensi pilot, medis pilot, lisensi awak kabin dan lain-lain), dan personil perawatan pesawat (lisensi mekanik).

Pada waktu-waktu tertentu, seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru maupun Imlek, intensitas dan frekuensi ramp check ditingkatkan. Hal ini dikarenakan maskapai penerbangan menawarkan extra flight pada rute-rute tertentu pada waktu tersebut. Ramp check di Indonesia dilaksanakan oleh Ditjen Perhubungan Udara di sejumlah bandara di kota-kota besar di Indonesia.