oleh

GMKI Jakarta Desak Polri Usut Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

-Traveling-170 views

Redaksikota.com – Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta, Agung Tamtan Sanjaya menyampaikan rasa bela sungkawa atas kasus musibah tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun yang menelan korban jiwa di perairan Danau Toba pada hari Senin (18/6/2018) lalu.

“Ucapan berbelasungkawa kepada keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun serta mendoakan yang terbaik bagi para keluarga korban,” kata Agung Tamtam dalan siaran persnya yang diterima Redaksikota.com, Kamis (21/6/2018).

Sampai sejauh ini masih banyak korban tenggelamnya kapal motor KM Sinar Bangun tersebut yang belum ditemukan. Tamtam pun meminta agar aparat yang bertugas melakukan pencarian dapat bekerja ekstra agar korban tenggelamnya kapal kayu tersebut dapat segera dievakuasi.

Sekaligus Tamtam juga mendesak aparat kepolisian segera membantu dan mengusut penyebab tenggelamnya kapal yang dikabarkan bermuatan sekitar 200 orang itu.

“Mendesak Kepolisian, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi serta setiap lembaga pemerintah yang bertugas untuk membantu dan menyelematkan korban untuk segera mencari dan memberikan pertolongan kepada para korban yang masih hilang serta mencari sebab-sebab terjadinya kecelakaan laut tenggelamnya KM Sinar Bangun serta evaluasi kinerja angkutan laut di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Jayabaya tersebut, tenggelamnya kapal angkutan masyarakat bukan kali ini terjadi di Indonesia. Ia menilai ada kelemahan dan kelalaian dalam hal pengawasan mengapa insiden semacam itu bisa terjadi lagi.

“Kejadian kecelakaan angkutan laut bukanlah pertama kali terjadi, tetapi sudah berkali-kali terjadi tanpa ada evaluasi serta perbaikan yang signifikan terhadap berjalannya angkutan laut di Indonesia. Dan pemerintah telah gagal memberikan perlindungan terhadap masyarakat terutama perlindungan dalam bentuk keselamatan menggunakan angkutan umum,” tegasnya.

“Kegagalan ini dalam bentuk lemahnya pengawasan dan kontrol dari pemerintah untuk memantau kondisi kapal, kondisi alat keselamatan di dalam kapal, kualitas awak kapal dan nahkoda serta data penumpang kapal,” imbuhnya.

Kemudian Tamtam juga meminta dengan tegas agar Presiden Joko Widodo turun tangan dalam melakukan evaluasi terhadap layanan transportasi termasuk transportasi laut terkait dengan peristiwa maut itu. Pun jika ditemukan ada kelalaian dalam hal pengawasan dan inkonsistensi kinerja dari pejabat tertentu, maka sebaiknya ada evaluasi secara menyeluruh bahkan hingga pemecatan.

Dan terakhir, Tamtam yang juga alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) tersebut mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak takut menyeberangi perairan Danau Toba meskipun ada insiden naas semacam itu.

“GMKI Jakarta menghimbau seluruh masyarakat bahwa objek wisata Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, sangat aman untuk dikunjungi walaupun terjadi peristiwa kecelakaan laut tenggelamnya KM Sinar Bangun,” tutupnya.

Diketahui, pada hari Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.15 WIB, sebuah kapal motor “bernama” Sinar Bangun (KM Sinar Bangun) tenggelam di perairan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah penumpang lebih dari 150 orang dengan tujuan untuk berwisata ataupun melakukan penyeberangan. Namun naas, terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan 3 orang meninggal, 18 orang selamat serta 180 orang masih hilang (data dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara).

Hingga sampai saat ini, petugas dari TNI, Polri maupun BNPB terus melakukan pencarian para korban agar dapat dievaluasi.

Sementara beredar foto yang diunggah oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui kicauan di akun Twitternya, terkait dengan penampakan KM Sinar Bangun jauh sebelum peristiwa maut itu terjadi.

Disebutkan Sutopo, bahwa KM Sinar Bangun tampak kapal kayu bermuatan sekitar 40 orang, namun kabar terakhir saat kapal tersebut tenggelam justru mengangkut sekitar 200 orang. Jika benar itu yang terjadi, Sutopo menilai jelas ada kesalahan manusia yang harus disikapi.

Komentar

Jangan Lewatkan