Cuci Sepatumu
www.instagram.com/cuci.sepatumu
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Dinilai melakukan penyebaran ujaran kebencian terhadap Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan, Febri Adi Saputro (23) yang merupakan pemilik akun laundry sepatu @cuci.sepatumu, pun diamankan oleh Tim Cyber Reskrimsus Polda Jabar.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus kepada awak media. Ia mengatakan jika Febri dituduh telah melakukan ujaran kebencian di akun Instagram Kapolda Jabar itu.

“Pemilik akun instagram @cuci.sepatumu melakukan ujaran kebencian yang bersifat provokatif dan permusuhan di salah satu posting instagram @antoncharliyan milik bapak Kapolda Jawa Barat,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu (28/1/2017).

Disampaikan Kombes Pol Yusri, penangkapan tersebut dilakukan saat Febri sedang berada di kediamannya, di kawasan Jalan Munggur Godean, Perumahan Griya Pratama Asri, Kota Yogyakarta.

Pemilik akun tersebut, kata dia, diamankan berdasarkan laporan polisi 16 Januari 2017 dengan pelapor Wanda Putra Jayalaksana dengan tuduhan pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 tentang penyebaran kebencian, permusuhan, dan provokasi.

“Yang bersangkutan diamankan di tempat usahanya laundry sepatu di Jalan Rajawali Komplek Ruko Unires Putri UMY kav 7 Kecamatan Taman Tirto, Kasihan, Kabupaten Bantul,” katanya.

Yusri menyampaikan, pemilik akun instagram @cuci.sepatumu mengakui telah melakukan ujaran kebencian tersebut karena emosi dan ketidak terimaan terhadap pendapat sendiri.

Hasil koordinasi dengan ahli pidana, ahi ITE dan ahli bahasa, kata Yusri, menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukan pemilik akun @cuci.sepatumu memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan.

“Saat ini yang bersangkutan di Mako Polda Jabar dalam rangka untuk diperriksa lebih lanjut,” kata Yusri.

Akibat perbuatannya itu, pemilik akun terancam dijerat Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.