Beranda News Internasional Buron, Pendiri LeEco Diminta Selesaikan Utang Perusahaan

Buron, Pendiri LeEco Diminta Selesaikan Utang Perusahaan

WIB
90 views
| Estimasi Baca: 1 menit
Jia Yueting
Founder JeEco, Jia Yueting

Redaksikota – Jia Yueting dikabarkan hilang setelah perusahaan yang didirikannya yakni sebuah vendor smartphone LeEco asal China mengalami kerugian yang besar. Bahkan pihak perusahaan meminta agar sang CEO tersebut pulang kembali ke China untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Berdasarkan berita yang dirilis oleh Financial Times, Jia sempat memiliki ambisi besar bahwa perusahannya tersebut dapat menjadi pesain berat iPhone. Namun bukannya sukses justru perusahaan Chinese multinational conglomerate yang dipimpinnya tersebut justru bangkrut dan menanggung beban utang yang begitu besar.

Masalah perusahaan menjadi jelas pada akhir tahun lalu ketika Jia mengatakan kepada karyawan bahwa ekspansi LeEco akan bergerak sangat cepat dengan suntikan dana. Namun pada bulan Juli, ia justru mengundurkan diri sebagai Direktur saat kreditur menutup kelompok tersebut. Akuisisi $2 miliar yang gagal terhadap perusahaan elektronik AS, Vizio, juga telah menjadi satu dari rentetan beban perusahaan tersebut dengan tuntutan hukum atas biaya terminasi yang belum dibayarkan.

Sementara itu, China Securities Regulatory Commission (CSRC) yang merupakan badan pengawas pasar utama negara Tirai Bambu tersebut sampai meminta agar Jia Yueting kembali dan menyelesaikan utang perusahaan hingga batas waktu akhir tahun ini.

Sejauh ini pihak CSRC pun sudah berusaha menghubungi Jia untuk menyelesaikan masalah finansial itu, hanya saja pendiri LeEco tersebut tidak dapat tersambung dan tidak jelas keberadaannya saat ini. Namun menurut praduga jika Jia saat ini kemungkinan besar sedang berada di Amerika Serikat.

Lantaran tidak adanya i’tikad baik dari Jia tersebut, otoritas nasional China pun menetapkan Jia dalam daftar hitam.

Pun demikian, sebuah perusahaan besar asal China yakni Sunac dikabarkan telah menyuntikkan dana darurat sebesar $2,4 miliar kepada LeEco, dengan konsekuensi perusahaan vendor smartphone tersebut berada di bawah tangan Ketua Sunac, Sun Hongbin.