Istimewa
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Pengamat media sosial, Nukman Luthfie menilai bahwa sejauh ini dunia digital di Indonesia tengah disesaki oleh narasi hoax alias berita bohong yang justru mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Narasi hoax tersebut dikatakan Nukman sangat rentan berada di lingkungan platform sosial media Facebook dan Twitter. Sayangnya, menurut pengamatannya bahwa generasi milenial saat ini justru jarang yang aktif di dua platform tersebut.

“Yang saya heran pemuda milenial sekarang tidak ada yang punya akun facebook dan twitter sehingga tidak mampu menanggulangi penyebaran hoax-hoax,” kata Nukman dalam kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) bertemakan “Peran Kaum Milenial dalam Memerangi Hoax di Era Digitalisasi” di Restoran Handayani Prima, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018).

Padahal menurutnya, penanggulangan hoax tersebut merupakan tugas bersama seluruh elemen di Indonesia, khususnya kalangan milenial dengan meningkatkan kualitas literasi digitalnya.

Pun demikian, Nukman memberikan tips yang dapat ditempuh untuk menangkal penyebaran hoax agar tidak terlalu masif. Salah satunya adalah dengan memperbanyak produksi konten-konten positif.

“Cara untuk memperangi hoax adalah dengan memperbanyak konten-konten positif di media sosial,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Korneles Galanjinjinay menilai bahwa generasi milenial saat ini ternyata tengah memiliki permasalahan akut yaitu sikap apatis.

“Sikap apatis para pemuda milenial ini muncul karena perkembangan digitalisasi dan kemajuan teknologi tidak dibarengi kemajuan jiwa dan mental yang kuat,” kata Korneles.

Maka dari itu, ia menyampaikan bahwa sudah saat ini peran organisasi kemahasiswaan sangat penting di era milenial demi menangkal penyebaran hoax sembari meningkatkan kualitas literasi digital.

“Organisasi Kepemudaan harus turun ke kampus-kampus untuk membangun basis massa di para pemuda dan mahasiswa untuk memerangi hoax,” serunya.

(red)