Beranda Life Style Tekno Pemilu 2019 Serentak, KPU Diingatkan Jadi Sasaran Cyber Attack

Pemilu 2019 Serentak, KPU Diingatkan Jadi Sasaran Cyber Attack

340 views
Cyber Attack
*ilustrasi
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Jelang pemilihan umum yang digelar pada bulan April tahun 2019 nanti akan menjadi kerja keras bagi para penyelenggara pemilu. Betapa tidak, Pilpres dan Pileg akan dilakukan secara serentak di satu bilik suara yang sama.

Terlebih lagi soal keamanan transaksi elektronik sebagai salah satu syarat mutlak agar proses perhitungan surat suara bisa berjalan dengan baik.

Terkait dengan hal itu, Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza mengingatkan bahwa potensi serangan siber masih besar terjadi. Bahkan dalam beberapa kasus yang telah berlangsung, upaya penetration test (pentest) dan cyber attact pernah dialamatkan ke sistem KPU baik dari dalam maupun luar negeri.

“Salah satunya serangan siber ke situs KPU beberapa waktu lalu, itu berasal dari dalam dan luar negeri,” kata Izza dalam FGD bertemakan “Penguatan Sistem IT Pemilu dalam rangka Menjaga Keamanan Data Pemilu Tahun 2019” yang digelar oleh Komite Mahasiswa dan Pemuda Pemantau Pemilu di Gedung Joeang 1945, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018).

Kemudian dalam kesempatan yang sama, Manajer Pendidikan Pemilih Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Muhammad Hanif juga mengatakan bahwa potensi serangan akan sangat mudah terjadi lantaran jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) jauh lebih banyak dari pemilu sebelumnya. Apalagi proses input data KPU masih berada di satu server yang sama.

“Apalagi sekarang pemilu kita membengkak, seperti jumlah TPS yang sampai 800 ribu jumlahnya,” tuturnya.

Maka dari itu, sistem keamanan di dalam infrastruktur teknologi informasi milik KPU tersebut harus diperkuat sedemikian rupa. Tujuannya jelas untuk meminimalisir serangan siber yang sangat berpotensi dialami oleh lembaga penyelenggara pemilu tersebut dan membuat kinerja KPU terganggu, baik terkena take-down hingga parsing dan manipulasi data.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bidang Media, Komunikasi dan Informasi PP GMKI, Benardo Sinambela. Ia mengatakan bahwa negara dalam hal ini KPU bisa memberdayakan potensi besar generasi muda Indonesia yang mahir terhadap keamanan sistem informasi tersebut.

“Para pemuda yang mengerti IT dan siber harus direkrut oleh KPU, dan kaum muda jangan diprovokasi oleh info-info yang belum tentu benar,” tuturnya.

(red)