Mulai 8 April, Aplikasi Uber Resmi Jadi Sejarah

Mulai 8 April, Aplikasi Uber Resmi Jadi Sejarah

BERBAGI

Redaksikota – Persaingan bisnis memang sangat ketat, bahkan di sektor startup juga terjadi. Salah satu buktinya adalah tumbangnya layanan aplikasi transportasi online Uber.

Hari ini, seluruh pelanggan Uber mendapatkan kiriman email untuk memberitahukan bahwa seluruh pelanggan Uber agar beralih ke layanan Grab.

“Uber akan menyatukan operasi dengan Grab dalam platform Grab pada tanggal 8 April 2019,” tulis pihak Uber dalam notifikasi email mereka hari ini, Senin (2/4/2018).

Penggabungan layanan Uber dengan Grab tersebut dilakukan pasca perusahaan layanan transportasi online asal San Francisco tersebut gulung tikar dan diakuisi oleh Grab pada hari Senin (26/3/2018) lalu.

“Hari ini, kami telah mengakuisisi seluruh bisnis Uber di Asia Tenggara, termasuk Uber Eats. Selama bertahun-tahun, kedua perusahaan saling mendorong untuk melampaui pencapaian kami masing-masing. Untuk dapat lebih inklusif dan mudah diakses. Untuk lebih memahami pelanggan kami. Dan untuk melakukan inovasi produk yang dapat menjawab setiap kebutuhan konsumen kami,” kata Managing Director, Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata dalam siaran persnya.

Penyatuan layanan tersebut berlangsung di seluruh Asia Tenggara. Dan untuk layanan Uber melalui aplikasi, pengguna masih dapat menggunakannya hingga pada hari Minggu (8/4/2018) atau masa terakhir para driver Uber berpindah ke Grab.

“Aplikasi Uber masih dapat digunakan di Asia Tenggara selama dua minggu ke depan hingga tanggal 8 April 2018 sambil menantikan pengemudi Uber terintegrasi dalam aplikasi Grab. Penumpang Uber dapat segera mengunduh dan menggunakan aplikasi Grab untuk memesan perjalanan di Asia Tenggara,” tulis Grab dalam laman FAQ.

Sementara informasi bagi para driver, Grab menginteruksikan kepada seluruh driver untuk mendaftarkan kembali diri mereka jika ingin menjadi mitra mereka.

“Pengemudi Uber harus mendaftarkan diri di Grab untuk kepastian mengemudi ke depannya setelah layanan Uber tidak lagi aktif,” tulis mereka.

Namun untuk persoalan intensif yang sudah berjalan, baik Uber maupun Grab tidak akan ada perubahan sama sekali, hanya saja seluruh layanan akan dijadikan dalam satu aplikasi Grab.

“Insentif akan berjalan seperti biasa,” tambahnya.