Beranda Life Style Otomotif Eks Pendiri Garda Bentuk Kavaleri Nyatakan Tak Terlibat Aksi Besok

Eks Pendiri Garda Bentuk Kavaleri Nyatakan Tak Terlibat Aksi Besok

2.615 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Sejumlah orang yang mengatasnamaka diri Kesatuan Aksi Revolusioner Roda Dua Indonesia (Kavaleri) menggelar konferensi pers terkit sikap mereka terhadap rencana aksi Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) yang akan berlangsung besok, Rabu (19/9/).

Di hadapan awak media, Ketua Presidium Kavaleri, Andreanes Budi menegaskan bahwa Garda bukan lagi bagian dari dirinya, dan aksi besok tidak ada kaitannya dengan dirinya.

“Kavaleri ini wadah baru seperti Garda. Saya bersama dengan Tere, Luthfi dan teman-teman lainnya, bahwa kami pendiri Garda akan tetapi kami sekarang tergabung dalam Kavaleri,” kata Andre dalam keterangannya di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Jika ada aksi yang mengatasnamakan Garda, Andre menyatakan dia bersama dengan beberapa eks pendiri Garda tidak tahu menahu dan tidak bertanggungjawab atas apapun.

Pun demikian, apa yang menjadi target umum perjuangan Garda masih sama dengan pihaknya, yakni bagaimana memperjuangkan kesejahteraan para driver ojek online di Indonesia.

“Kita mendukung prinsipnya apa yang menjadi perjuangan teman-teman Garda kenapa mereka melakukan aksi itu, tapi kita tidak terlibat dalam hal itu,” tegasnya.

Prinsip yang paling menojol untuk membedakan gerakan Kavaleri dan Garda adalah target pihak yang diakomodir. Andre menegaskan jika pihaknya memperjuangkan bukan hanya driver ojek Grab saja, melainkan Gojek juga.

“Tujuannya adalah tarif. Kita Gojek dan Grab. Kalau Garda hanya Grab, tapi kita ojol semua bahkan kalau sekarang masih ada Uber juga kita pun bersama dengan Uber,” tuturnya.

Lebih lanjut, meskipun tidak lagi dalam satu perjuangan dengan Garda, Kavaleri akan tetap fokus memperjuangkan nasib para driver ojek online. Bahkan pihaknya sedang merancang strategi untuk melakukan aksi yang ditujukan kepada pihak aplikator.

“Kita masih planning aksi. Tapi nanti kita akan sampaikan. Tujuannya adalah ke aplikator,” sambungnya.

Mengapa aksi ditujukan ke aplikator, salah satu pendiri Kavaleri, Tere mengatakan bahwa sejauh perjuangan mereka untuk menyampaikan aspirasinya ke instansi pemerintah sampai legislatif, persoalannya tinggal berada di aplikator yang masih enggan mengakomodir tuntutan mereka itu, yakni masalah tarif.

“Kita lihat institusi terkait sudah bantuin kita mati-matian, tapi mentoknya di aplikator termasuk Grab. Gojek sudah siap merealisasikan tuntutan kami asal Grab mau,” tutur Tere.

(ibn)