Beranda Life Style Otomotif Aliando Hanya Percaya Jokowi, Bukan Budi Karya Sumadi

Aliando Hanya Percaya Jokowi, Bukan Budi Karya Sumadi

107 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Koordinator Aliansi Driver Online Indonesia (Aliando), Eki Zakia Aziz menegaskan bahwa pihaknya sudah tidak percaya lagi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ia menilai sejuah ini Budi Karya telah banyak mempermainkan dan membohongi pihaknya terkait dengan penolakan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek .

“Kami tidak percaya pak Menteri karena selama ini kita bertemu selalu disudutkan, bahkan kami masih dalam tahap negosiasi saja pemberitaan di luar sudah melenceng dan menyudutkan kami. Bahkan terakhir saya minta BAP hasil pertemuan tidak diterbitkan,” kata Eki ketika ditemui di tengah-tengah aksinya di Taman Pandang, Monas, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

Ia meyakini jika Presiden Joko Widodo akan menerima tuntutan mereka yakni mencabut Permenhub 108 yang telah diberlakukan oleh Menteri Perhubungan pada tanggal 1 Februari 2018 lalu.

“Saya yakin Presiden punya naluri, dia pasti akan cabut PM 108,” ujarnya.

Aksi tersebut dilakukan oleh lebih dari 1.500 orang yang berprofesi sebagai driver taksi online. Mereka ada yang datang dari Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, Sumatera dan beberapa daerah lainnya termasuk dari Jakarta sendiri.

Mereka merasa bahwa Permenhub 108 tahun 2017 tersebut telah menciderai profesi mereka sebagai driver taksi online. Dimana dalam Peraturan Menteri tersebut, ada kewajiban mobil yang mereka gunakan harus melalui uji kelayakan (Uji KIR).

Selain itu, ada juga kewajiban para driver taksi online agar memiliki SIM A umum layaknya driver angkutan umum. Termasuk juga mewajiban kendaraan operasional mereka harus terdaftar dalam Koperasi berbadan hukum.

Saat ini aksi driver online tersevut masih berlangsung. Dan dalam pantauan Redaksikota, sebanyak 5 orang perwakilan memcoba masuk ke Istana Negara untuk bertemu dengan pihak Istana dan menyampaikan aspirasi mereka agar bisa langsung didengar oleh Presiden Jokowi. (ibn)