Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Sejak tanggal 12 Februari sampai dengan tanggal 14 Februari adalah masuk masa tenang kampanye Pilkada 2017 serentak di seluruh Indonesia, namun lagi-lagi pelanggaran demi pelanggaran muncul.

Dan kali ini terjadi saat pengawalan sidang ke 10 kasus dugaan penodaan agama Ahok yang digelar di gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan oleh PN Jakarta Utara. Dalam sebuah orasi, salah satu orator tampak menyampaikan kalimat bernada kampanye.

Pria yang mengaku bernama Rahmat Hidayatain dan berperan sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia tersebut menyerukan agar rakyat DKI Jakarta memilih pemimpin Muslim. Bahkan ia sampai menyebutkan nomor urut pasangan calon tertentu.

“Jangan lupa, besok datang ke pencoblosan, nomor 1 kita buka, nomor 2 kita lihatin aje kite diemin, nomor 3 baru kita coblos,” kata Rahmat saat akan mengakhir orasninya, Senin (13/2/2017).

Bahkan ia dengan tegas mengatakan adalah pasangan nomor urut 2 haram untuk dicoblos, bahkan ia menyebut dengan ata kata najis.

“Sholat witir ada berape, satu boleh tidak? Kalau dua boleh tidak?. Najis, najis, haram nomor 2, nomor 3 boleh coblos, nomor 1 boleh coblos,” pungkasnya.

Diketahui, masa kampanye Pilgub DKI 2017 sudah berakhir sejak tanggal 11 februari 2017 lalu. Dan mulai tanggal 12 Februari – 14 Februari, KPU melarang adanya aktivitas apapun yang bernama kampanye, baik dalam kegiatan yang mencolok dan berpotensi mengganggu, kampanye media sosial maupun politik uang.